Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Jelang Imlek, Kue Keranjang Jadi Sajian Khas Populer dan Miliki Makna yang Dalam

Muhammad Bay Haki • Rabu, 7 Februari 2024 | 21:30 WIB
Dalam bahasa Mandarin, Kue Keranjang disebut Nian Gao.
Dalam bahasa Mandarin, Kue Keranjang disebut Nian Gao.

BLITAR - Kue keranjang menjadi sajian khas Imlek yang dianggap sebagai simbol kemakmuran.

Biasa menjadi sajian yang paling populer, ternyata dalam bahasa Mandarin disebut Nian Gao.

Sementara di Indonesia, kue keranjang ada juga yang menyebutnya dengan kue ranjang atau kue bakul. 

Makanan khas Imlek ini, bentuknya yang berbentuk lingkaran, memiliki rasa serupa dengan dodol. Yaitu rasa manis yang legit, dan tekstur yang mirip.

Selain menjadi sajian saat hari raya, makanan khas Imlek ini memiliki makna yang khusus bagi masyarakat Tionghoa. Memiliki arti kue tahun.

Kue keranjang ternyata bahan utamanya adalah tepung ketan kemudian diolah sedemikian rupa. Dan disajikan masyarakat Tionghoa saat hari raya.

Selain itu, kue ini juga memiliki arti yang sangat dalam, yaitu harapan peningkatan dari tahun ke tahun dalam pekerjaan, bisnis, keluarga, dan pendidikan.

Dikarenakan kata ‘nian gao’ memiliki arti semakin tinggi, tak hanya tahun ini namun untuk tahun-tahun ke depan. 

Oleh karena itu, orang Tionghoa percaya bahwa memakan kue keranjang selama tahun baru Imlek akan membawa keberuntungan.

 

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Kabupaten Blitar #imlek #kue keranjang #Kota Blitar