BLITAR – Adanya rencana untuk mengembalikan kepengurusan PSBI ke Pemkab Blitar juga jadi perhatian para suporter.
Dua kubu pendukung Singo Lodro, Blitzman dan Freedom Gate, kompak menyuarakan tuntutan agar manajemen segera berbenah Koordinator Freedom Gate, Deaglatan Vilazuardi Ardan mengaku, kondisi di internal PSBI Blitar musim ini jauh dari kata ideal.
Salah satu faktornya adalah soal finansial. Jadi, hal ini perlu jadi perhatian para pengambil kebijakan di dalam tim berseragam merah-putih ini.
“Menurut kami, selama ini manajemen kadang serius, tapi kadang juga tidak. Karena mungkin ada beberapa faktor di internal manajemen yang membuat kepengurusan jadi kurang maksimal,” jelasnya.
Disinggung soal rencana Askab PSSI Blitar untuk menawarkan pergantian kepengurusan ke pemkab, Ardan menerangkan bahwa hal itu bisa saja terjadi jika pemilik saham PSBI saat ini menyatakan sepakat.
Tapi, menurutnya yang terpenting adalah soal keseriusan manajemen dalam mengoperasikan tim.
“Baik diambil alih pemkab atau diserahkan ke pihak swasta lain, menurut kami tidak masalah. Yang penting manajemen harus serius dalam pengelolaan. Dengan begitu, ada sumber pendanaan yang besar, baik dari sponsor atau dari manajemen,” tegas laki-laki 30 tahun ini.
Suporter, lanjut Ardan, juga tak keberatan jika pemilik tim saat ini memilih untuk mempertahankan PSBI.
Dengan catatan, ada perombakan total dalam jajaran manajemen. Sebab, dia menilai ada pihak-pihak yang kurang cakap dalam urusan tata kelola tim sepak bola di internal mana.
“Sepengetahuan kami demikian. Makanya jika tak dilepas ke pemkab, kami minta manajemen dirombak total.
Tapi, kalau memang belum siap untuk pembenahan, lebih baik dilepas. Tidak ada salahnya diberikan ke pihak lain untuk perbaikan prestasi.
Itu yang diharapkan para suporter,” ujar warga Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo, ini.
Terpisah, koordinator Blitzman, Syahdila Reza menegaskan, baik manajemen PSBI, Pemkab Blitar, dan asosiasi harus membahas hal ini dengan serius.
Termasuk memastikan kesiapan pemkab jika rencana ini terlaksana. Salah satu yang dia singgung adalah soal kekuatan anggaran pemkab.
“Yang penting dijabarkan kesiapan pemkab seperti apa, anggaran yang dibutuhkan dan yang disediakan berapa. Dengan demikian, nasib tim di musim depan bisa jelas,” sebutnya.
Warga Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat, ini menambahkan, pemilik PSBI Blitar memang punya hak untuk menolak tawaran ini.
Itu berarti, jajaran manajemen kudu siap dengan konsekuensi untuk berbenah dan serius dalam manata tim.
“Tuntutan kami tidak banyak. Kami hanya ingin manajemen introspeksi diri,” kata Reza. (dit/ c1/rka)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila