BLITAR - Pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk sementara menghentikan distribusi bantuan pangan berupa beras 10 kilogram (kg) kepada penerima bantuan pangan (PBP). Aturan ini berlaku mulai Kamis (8/2) hingga Rabu (14/2) mendatang.
Pemimpin Bulog Kantor Cabang (Kancab) Tulungagung David Donny Kurniawan mengatakan, sesuai petunjuk surat edaran (SE) dari Bapanas, ketetapan sementara itu untuk menghargai penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) 2024. Untuk itu, penyaluran ditunda sementara hingga masa pencoblosan rampung.
“Iya, betul sekali. Jadi infonya, ofisial Bapanas dari kemarin SE kami terima. Ini karena masa tenang pemilu,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Blitar.
Bantuan beras 10 kg tersebut merupakan beras medium berlabel program stabilisasi pasokan harga pangan (SPHP).
Bantuan pangan ini didistribusikan kepada PBP mengacu data penduduk miskin dan miskin ekstrem. Kota Blitar sendiri termasuk wilayah kerja Bulog Kancab Tulungagung.
Pria ramah ini memastikan, meski bantuan tersebut dihentikan sementara, dia mengeklaim penyaluran bantuan sudah 100 persen sejak awal bulan lalu.
Total distribusi bantuan beras untuk Kota Blitar sebanyak 84.690 kg diterima 8.469 penerima.
Lalu, Kabupaten Blitar menerima 990.800 kg beras untuk 99.080 penerima, 836.240 kg beras untuk 83.624 penerima di Kabupaten Trenggalek, dan 94.427 penerima di Kabupaten Tulungagung mendapat alokasi bantuan beras program SPHP sebanyak 944.270 kg. Bantuan dengan alokasi tetap ini akan berlangsung hingga Juni mendatang.
“Sudah tersalur semua, sampai tadi malam sudah selesai. Kalaupun ada penyaluran di hari ini, ada satu dua orang yang sudah diundang tapi belum datang,” paparnya.
Diduga, penghentian bantuan pangan jelang masa tenang dan pencoblosan suara Pemilu 2024 ini juga sekaligus menegaskan tidak ada politisasi bantuan pangan, David memilih tidak berkomentar.
“Pokoknya kami diperintah untuk berhenti dulu, ya itu kami laksanakan. Tapi kalau ada maksud pemerintah bagaimana, saya tidak mau berasumsi,” tegasnya.
Adanya penundaan sementara itu tidak berpengaruh terhadap Bulog Tulungagung. Sebab, penyaluran bulan ini telah rampung. Kemudian, penyaluran bulan depan ditargetkan mulai dilakukan pada 19 Februari.
“Kalau daerah lain mungkin penyaluran belum selesai. Tapi untuk Bulog Kancab Tulungagung, Jember, dan Ponorogo, sudah 100 persen,” tandasnya. (luk/c1/sub)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila