BLITAR-Kawasan hamparan jeruk itu menjadi satu dengan area persawahan. Memanfaatkan lahan seluas 1 hektare yang ditanami jeruk lebih dari 200 pohon.
Panen kali ini menghasilkan rata-rata 10 sampai 30 ton jeruk. Kepada pengunjung, buah jeruk dijual seharga Rp 10 ribu per kilogram.
Sebelumnya, lahan ini memang dimanfaatkan untuk menanam padi dan jagung. Namun kali ini Surono ingin mencoba menanam tanaman yang lain.
“Karena ingin coba hal baru. Dan buah jeruk itu keuntungannya ya lumayan,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Blitar, Minggu (11/2).
Dia sengaja membuka kebun jeruk ini untuk umum sehingga bisa dinikmati oleh masyarakat secara langsung. Masyarakat bisa memetik langsung dari kebun. Petik jeruk ini baru pertama kali dilakukan.
Namun, petik jeruk di kebun itu hanya dibuka dua hari. Meski begitu, antusiasme masyarakat begitu tinggi. “Alhamdulillah, ramai. Sebenarnya ini coba-coba saja. Orang-orang juga suka kalau dipetik langsung. Di sini boleh mencicipi juga,” ungkapnya.
Di sisi lain, ada dampak positif yang dia rasakan. Salah satunya dari segi keuntungan. ”Ya meski untung sedikit, tidak masalah. Daripada langsung dijual ke tengkulak,” sambungnya.
Sebelumnya, Surono menjual langsung jeruk hasil panennya ke tengkulak. Di musim panen tahun ini, dia ingin sesuatu yang berbeda. Namun jika ada jeruk yang tersisa di pohon tetap akan dijual ke tengkulak.
Wisata petik buah dadakan itu dibuka mulai Sabtu (10/2) hingga Minggu (11/2). Kebun jeruk seluas 1 hektare itu seolah menjadi tempat piknik baru. ]
Terlihat di jalan setapak menuju kebun tersebut, deretan motor terparkir. Melangkah lebih dalam ke kebun jeruk, pengunjung yang didominasi ibu-ibu dan anak-anak itu asyik memetik buah jeruk.
Terlihat juga ada yang berteduh di bawah pohon. Sambil bercengkerama, mereka asyik menikmati jeruk yang telah dipetik langsung dari pohonnya.
”Saya diberi tahu sama anak kalau di rumah Pak Surono ada petik jeruk. Terus ke sini sekalian liburan juga,” kata salah satu pengunjung, Nurina.
Warga setempat mengaku senang dengan adanya petik buah jeruk itu. Pasalnya, warga bisa mencicipi buah secara gratis.
Sekaligus bisa berlibur dengan modal murah dan dekat dari rumah. Meski harus berjalan keliling kebun, dia merasa puas karena bisa memetik jeruk yang bagus dan berkualitas.
Rimbunnya pohon jeruk membuat kebun nyaman digunakan untuk piknik. Anak-anak terlihat berlarian di dalam kebun.
Sesekali ikut membantu memetik jeruk dan dimasukkan ke dalam keranjang. “Saya sengaja mengajak anak ke sini. Bisa liburan sekaligus wisata edukasi juga,” kata Yunia Sari, pengunjung lain. (*/c1/sub)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila