Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Mengenal Sejarah Candi Penataran yang Ada di Blitar, Tempat Para Leluhur Sejak Era Kerajaan Majapahit

Muhammad Bay Haki • Senin, 12 Februari 2024 | 23:30 WIB

Candi Penataran merupakan sebuah kompleks candi Hindu Siwa yang terbagi menjadi tiga halaman seluas 12.946 meter persegi.
Candi Penataran merupakan sebuah kompleks candi Hindu Siwa yang terbagi menjadi tiga halaman seluas 12.946 meter persegi.

BLITAR - Candi Penataran merupakan sebuah kompleks candi Hindu di Blitar Jawa Timur yang terletak di Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.

Dulunya, candi ini ditemukan pada tahun 1815 oleh Sir Thomas Stamford Raffles seorang perwakilan Inggris di Indonesia. Lalu diterbitkan di bukunya yang terbit dalam 2 jilid.

Memasuki kompleks tersebut, terdapat dua patung dengan wajah seram, yang mana masyarakat setempat memanggil mereka Mbah Bodo.

Angka yang diukir di alas patung ditulis dalam huruf Jawa kuno. Yang menurut prasasti tersebut merupakan tempat suci yang berfungsi sebagai pura negara, dibuka secara resmi oleh Raja Jayanegara yang memerintah Majapahit. 

Di sebelah selatan candi berdiri sebuah prasasti, dimana prasasti tersebut menceritakan tentang upacara resmi lahan Sira Paduka Batara Palah, atau nama asli Candi Penataran.

Sehingga dapat disimpulkan, bahwa kompleks candi ini dibangun setidaknya dalam kurun waktu 250 tahun, dimulai pada 1197 dari era Kediri sampai 1454 di era Majapahit.

Namun pada tahun 1286 candi Penataran tidak terawat lagi setelah Singasari runtuh. Dan kembali mendapatkan perhatian setelah masa pemerintahan Jayanegara, raja ke-2 Majapahit.

Di era itu, dengan berbagai proses, candi Penataran akhirnya diresmikan sebagai candi negara yang sering dikunjungi oleh Raja Hayam Wuruk. (Hak/Han)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#candi penataran #sejarah #Kabupaten Blitar #wisata #Kota Blitar