BLITAR-Seperti dilakukan oleh Alicia Windy Farisma, yang menekui dunia content creator di sela-sela kesibukan sebagai mahasiswa dan bekerja.
Kegiatan itu dilakoni Al, sapaan akrab Alicia, sejak pertengahan 2022 lalu. Sebelum aktif di Instagram, dia lebih dulu sudah aktif di Facebook. Dengan konten sharing skincare rutin yang dipakai sesuai jenis kulit
“Dulu saya pernah mengalami breakout karena sering gonti-ganti skincare. Kemudian sharing dengan komunitas yang ada di Facebook skincare, apa saja yang saya pakai sehingga bisa sembuh secara total,” katanya kepada Jawa Pos Radar Blitar, Sabtu (10/2).
Nah, pada 2023, dia mulai mendapat endorsement pertama. Sejak saat itu mulai banyak endorsement yang datang. Biasanya mereka menyertakan sejumlah persyaratan untuk setiap video yang diunggah.
Al mengaku selalu mengutamakan kejujuran dalam me-review produk. Jika dirasa produk tersebut kurang bagus, dia selalu menyertakan keterangan di setiap video.
“Jadi, saya gak mau kalau di video cuma dibilang bagus tapi produknya kurang. Jadi main jujur aja,” sambung warga Kecamatan Kanigoro ini.
Sebelum direkomendasikan, lanjut Al, setiap produk akan dicoba terlebih dahulu selama beberapa hari atau minggu.
Nah, jika muncul gejala alergi atau kemerahan pada wajah, maka tidak akan direkomendasikan. Namun jika hasilnya bagus dan memuaskan, dia akan mengunggah video review tersebut.
Proses pembuatan konten dilakukan ketika malam hari. Pasalnya, perempuan 24 tahun ini merupakan mahasiswa semester 7 yang sedang berjuang dengan tugas akhir.
Selain itu, dia juga sebagai Manajer Konfigurasi PT Regarsport Branch Blitar. Dengan begitu, tak jarang dia sulit membagi waktu untuk melakoni tiga profesi sekaligus.
“Sampai jam 9 malam itu masih harus online untuk meng-handle semua jaringan mulai agen, reseller, dan seller,” jelasnya.
Menurut AI, seorang content creator harus siap dengan risiko atau efek samping produk yang dipakai. Pasalnya, sebelum memberikan review ke orang lain, produk itu akan dicoba lebih dulu.
Dia mengaku sempat mengalami sejumlah efek samping yang membuat wajah sedikit bermasalah.
Ketika me-review salah satu produk, dia masih merasa aman tanpa ada efek samping. Namun, selang beberapa hari, kulit wajahnya mengelupas dengan ukuran yang besar dan memerah. Jika dipegang pakai tangan pasti sakit dan terasa panas.
“Tapi belum sampai mengalami breakout. Gak enaknya kalau mau review produk harus dicoba di wajah sendiri, otomatis wajah kita jadi korban semisal produk itu gak cocok di wajah kita,” tandasnya. (ink/c1/sub)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila