BLITAR-Bupati Blitar Rini Syarifah, menggunakan hak pilih didampingi keluarga di TPS 08 Kelurahan Kepanjen Lor, Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar. Begitu juga, Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar Izul Marom yang menggunakan hak pilih di TPS 08 Kelurahan/Kecamatan Wlingi. Keduanya kompak proses panjang yang sudah dilakoni penyelenggara pemilu ini membuahkan hasil optimal.
Berdasarkan pantauan Koran ini, Bupati Blitar Rini Syarifah di damping suami dan dua anaknya tiba di TPS sekitar pukul 10.00. Meski keluarga kepala daerah, prosedur antrean untuk menggunakan hak pilih dalam pemilu tetap dijalankan. Usai menunggu beberapa menit, rombongan ini lantas masuk ke bilik suara pemilu secara tertib.
Tak berselang lama, mereka kompak memasukkan surat suara pemilu ke kotak suara sebelum mencelupkan jari ke tinta sebagai tanda sudah ikut coblosan. “Secara pribadi tidak ada persiapan khusus, pilih sesuai dengan hati nurani,” kata Bupati Blitar usai menggunakan hak pilihnya Rabu (14/2).
Menurut bupati, antusiasme masyarakat untuk suara dalam Pemilu 2024 begitu tinggi. Indikasinya, ada antrean yang cukup panjang di TPS sebelum proses pencoblosan.
“Semoga pesta demokrasi tahun ini berjalan tertib, lancar, aman, damai dan bisa melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa yang berkualitas demi mendukung Indonesia maju,” katanya.
Dia berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi karena perbedaan pilihan. “Pilihan boleh beda, namun tali persaudaraan dengan sesama wajib dijaga sampai kapanpun,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Blitar Izul Marom menggunakan hak pilihnya di TPS 08 Kelurahan Wlingi. Jalan kaki bersama istri dan kedua anak perempuannya, Izul tiba di TPS pada pukul 09.30.
“Pemilu kali ini dilakukan serentak. Maka perlu mempersiapkan dengan baik. Forkopimda sudah melakukan koordinasi dengan KPU dan Bawaslu, agar penyelenggaraan pemilu berjalan baik dan lancar,” ujar Izul ditemui usai pencoblosan.
Dari Pemkab Blitar, kata dia, sudah melibatkan ribuan petugas kesehatan di Bumi Penataran untuk mengawal bidang kesehatan hingga pelosok desa. Hal itu, memastikan para penyelenggara pemilu bisa melaksanakan tugas dengan baik.
“Hari ini (kemarin, Red) kami juga meminta seluruh kepala dinas untuk melakukan monitoring TPS. Hal itu untuk memastikan bahwa semua pelaksanaan pesta demokrasi ini berjalan dengan lancar,”ungkapnya.
Menurut dia, masyarakat sudah mengetahui gelaran Pemilu 2024 melalui media sosial, televisi dan media massa dengan masif. Untuk itu, pihaknya optimistis partisipasi masyarakat cukup tinggi dalam pemilu ini.
“Prinsipnya masyarakat di daerah saya, bila warganya memang berada di rumah, semuanya pasti ikut memilih kecuali memang ada yang berhalangan di luar kota atau sakit,” pungkasnya.(jar/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila