Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Proses Penghitungan Suara di Kabupaten Blitar Terkendali Meski Sempat Ada Selisih, Ketua KPU Sampaikan Hal Ini

Agus Muhaimin • Kamis, 15 Februari 2024 | 22:10 WIB
Logo Pemilu 2024
Logo Pemilu 2024

BLITAR-Sementara itu, KPU Kabupaten Blitar menyebut tidak ada kedala berarti dalam proses pemungutan dan penghitungan suara, meski ada selisih saat proses hitung di salah satu TPS di Kecamatan Garum.

“Jadi saat hendak dilakukan penghitungan suara DPRD provinsi, jumlah surat suaranya kurang. Tapi itu surat suara yang tidak terpakai,” ujar Ketua KPU Kabupaten Blitar, Hadi Santosa, Rabu (14/2).

Dia mengungkapkan, ada penghitungan jumlah surat suara yang tidak terpakai sebelum membuka kota suara atau surat suara yang digunakan di Kabupaten Blitar. “Seharusnya surat suara yang tidak terpakai itu ada sekitar 46, tapi setelah dihitung jumlahnya hanya 35 surat suara,” katanya.

Berikutnya, KPPS mengeluarkan surat suara dari dalam kotak atau surat suara yang terpakai. Hasilnya, jumlah surat suara dalam kotak yang digunakan dengan jumlah pemilih yang hadir sama, yakni 225.

Dengan begitu, kekurangan tersebut tidak mempengaruhi perolehan suara. “Ini terjadi di TPS 12 Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Garum,” ungkapnya.

Hadi memastikan peristiwa itu tidak mempengaruhi proses rekapitulasi suara di TPS tersebut. Adapun untuk masalah surat suara tak terpakai yang hilang tersebut ada di luar ranah penyelenggara pemilu. “Kalau misal ada yang mengambil atau mencuri, tentu masuk ranah pidana,” teranganya.

Hingga pukul 19.00, proses rekapitulasi suara masih berlangsung. “Partisipasi masyarakat jauh lebih baik ketimbang Pemilu 2019.

Kala itu partispasi masyarakat mencapai 81 persen, untuk Pemilu 2024 kami optimistis ada peningkatan. Paling tidak 82 persen,”katanya.

Hal ini bukan prediksi kosong. Lantaran sudah melakukan sampling terhadap beberapa TPS di tiap kecamatan. Hasilnya, tingkat kehadiran masyarakat hampir tembus 90 persen.

Bahkan, hanya beberapa saja tingkat kehadirannya berada di bawah 80 persen. “Yang 87 persen, 89 persen itu banyak, hanya satu tadi yang tingkat kehadirannya 77 persen,” ujarnya.

Pada Pemilu 2024 ini, KPU RI menargetkan 77 persen partisipasi masyarakat. Itu sedikit lebih kecil ketimbang capaian di Kabupaten Blitar pada Pemilu 2019.

“Kalau target KPU RI masih sama, yakni 77 persen. Di Kabupaten Blitar kami yakin paling tidak bisa mencapai 82 persen itu,” terangnya.

Menurut dia, hal ini menjadi indikasi bahwa sosialisasi yang dilakukan oleh KPU dan para stakeholder terkait cukup sukses. Sehingga, tingkat kepedulian masyarakat menggunakan suaranya mengalami kenaikan. (hai/din)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Kabupaten Blitar #perhitungan suara