Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Tiga Anggota KPPS Jatuh Sakit, Bakesbangpol Kota Blitar Kumpulkan Data Suara Pileg, Hasilnya Paslon Ini Unggul Secara Dominan

M. Subchan Abdullah • Jumat, 16 Februari 2024 | 17:48 WIB
ilustrasi
ilustrasi

BLITAR – Meski para petugas KPPS telah menjalani skrining kesehatan sebelum bertugas, di luar dugaan masih ada petugas yang jatuh sakit. Di Kota Blitar, KPU Kota Blitar mencatat ada tiga anggota KPPS yang sakit.

Satu di antara petugas KPPS tersebut harus menjalani rawat inap di rumah sakit. Sementara dua lainnya menjalani rawat jalan. ”Ya, saat itu yang rawat inap dalam kondisi pingsan usai rekapitulasi di tingkat TPS,” jelas Komisioner KPU Kota Blitar Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Rangga Bisma Aditya kepada Jawa Pos Radar Blitar, Kamis (15/2).

Rangga menjelaskan, anggota yang sakit hingga pingsan tersebut diduga karena kelelahan. Saat itu, anggota KPPS tersebut baru saja selesai rekapitulasi sekitar pukul 08.00. “Ketika hendak pergeseran logistik kotak suara ke kelurahan, tiba-tiba yang bersangkutan pingsan. Itu terjadi di salah satu TPS di Kelurahan Tanggung kota Blitar,” terangnya.

Sementara dua anggota KPPS lainnya yang rawat jalan mengalami sakit di tengah tahap pemungutan hingga rekapitulasi suara.

Salah satunya adalah anggota KPPS TPS 01 di Kelurahan Kepanjenlor yang saat itu dalam kondisi sakit sejak pembagian formulir C pemberitahuan.

Mengetahui hal itu, KPU menyarankan untuk tidak melanjutkan pekerjaan dan diminta untuk beristirahat.

Kemudian, anggota KPPS lain yang sakit yakni anggota TPS 05 Kelurahan Turi. Di tengah bertugas, tiba-tiba anggota KPPS tersebut mengalami mimisan. Yang bersangkutan lantas diminta untuk beristirahat. ”Jangan sampai sakit yang dialami yang bersangkutan malah berkelanjutan. Hal itu harus dicegah,” terangnya.

Sebelumnya, KPU telah bekerja sama dengan Dinkes Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar untuk memantau kondisi kesehatan anggota KPPS. Dinkes juga memasang hotline khusus untuk upaya penanganan jika sewaktu-waktu ada anggota KPPS yang jatuh sakit. Sejauh ini belum ada kasus yang menonjol selama pemungutan suara.

Sementara itu, tingkat partisipasi masyarakat (parmas) pada Pemilu 2024 di Kota Blitar mencapai sekitar 82 persen. Capaian tersebut melampaui target yang ditentukan yakni sebesar 80 persen. KPU menilai tingginya partisipasi tersebut didominasi dari pemilih pemula atau kaum milenial.

Sementara tingkat partisipasi masyarakat pada Pemilu 2019 lalu sebesar 83 persen. Dibandingkan dengan Pemilu 2024, ada penurunan tingkat partisipasi meski tidak signifikan. ”Ini angka partisipasi masih sementara karena proses masih berjalan,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (bakesbangpol) Kota Blitar Toto Robandiyo mengatakan, pasca pemungutan suara pemilu, pihaknya tengah memantau perolehan suara di tiap TPS di Kota Blitar. Baik suara pilpres maupun suara pemilihan legislatif (pileg). Hasilnya, paslon 02 unggul secara dominan.

Baca Juga: Bupati Blitar Sambangi 4 TPS di Kabupaten Blitar, Sampaikan Datang ke TPS Pemilu 2024 Jangan Golput

Sementara untuk perolehan suara pileg DPRD Kota Blitar, bakesbangpol belum memperoleh data secara lengkap. Saat ini, timnya sedang mengumpulkan data perolehan suara di masing-masing TPS. “Kami belum tahu hasilnya. Apakah nanti hasil suara masih sama dengan Pemilu 2019 lalu,” tandasnya. (sub/c1)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#kpps #sakit #Kota Blitar