BLITAR-Antusiasme masyarakat dalam Pemilu 2024 cukup tinggi. Terbukti hampir di semua tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Blitar dipenuhi antrian. Namun banyak juga warga yang kesulitan dalam melipat surat suara sehingga membuat lama waku pencoblosan.
Nisa Nur Taufiqoh, salah satu pemilih asal Desa Soso, Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar mengaku membutuhkan waktu 30 menit untuk bisa mencoblos dalam pemilu 2024 ini. Sebab, harus antre dan banyak pemilih lansia yang sempat kesulitan melipat suara dan memilih yang dicoblos. Selain itu, TPS ternyata sempit dan mengakibatkan antrean cukup panjang.
“Kalau saya sendiri mencoblos hanya butuh waktu tidak sampai 5 menit. Meskipun tidak semua kenal yang dicoblos, tapi saya tahu yang saya pilih untuk dicoblos,” tutur Nisa. Ketua KPU Kabupaten Blitar Hadi Santoso menyebut pelaksanaan pemilu 2024 di Bumi Penataran sudah sesuai dengan simulasi yang dilakukannya beberapa waktu lalu.
Dia membedakan dua kategori pemilih ketika mencoblos saat pemilu. “Saya kira sudah sesuai dengan simulasi. Sebab, bagi pemilih yang sudah tahu pilihannya dipastikan hanya butuh waktu 3 menit untuk 5 surat suara.
Namun untuk pemilih yang tidak tahu dan kebingungan, dimungkinkan butuh waktu 5- 7 menit,” ujar Hadi yang ditemui Kamis (15/2).
Dia melanjutkan, pemilih rentan seperti lansia dan disabilitas dimungkinkan butuh waktu yang lebih lama. Syukurnya mereka didampingi oleh petugas linmas yang bersiap di TPS.
Terkait TPS yang banyak ditemui antre, Hadi menanggapi hal itu karena antusiasme masyarakat yang tinggi dalam pemilu kali ini.
Selain itu, KPU juga sudah menyarankan pemilih untuk hadir pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB untuk menghindari antrean. Namun dalam kenyataanya tidak terlalu tertib dan pemilih butuh waktu untuk melakukan pencoblosan.
“Kami memang menyarankan waktu tersebut, bisa saja pemilih ke TPS di luar jam itu. Faktanya ada pemilih bergerombol kumpul di TPS pagi hari, dan siang hari mepet penutupan pencoblosan juga ada. Tapi alhamdulilah prosentase kehadiran dan surat suara yang terpakai cukup bagus,” ungkapnya.
Di sisi lain, Hadi menjelaskan, proses penghitungan suara di TPS sudah selesai pada Kamis subuh. Lalu, pada siang hari logistik mulai dikirim ke PPS dan langsung dikirim ke kecamatan.
Targetnya kotak suara berada di kecamatan pada Kamis malam. Lalu, akan dilakukan rekapitulasi suara di kecamatan pada 18 Februari. (jar/c1/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila