BLITAR– Mobil pengangkut logistik pemilu dari TPS 17 Desa Siraman, Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar, terjun ke jurang Kamis(15/2). Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Surat suara dan logistik lainnya berhasil diamankan. Namun, harus dilakukan penggantian kotak suara karena kondisinya penyok akibat kecelakaan ini.
Ketua KPU Kabupaten Blitar Hadi Santoso mengatakan, peristiwa ini terjadi saat proses pengiriman logistik pemilu dari TPS 17 ke panitia pemungutan suara (PPS) di kantor Desa Siraman. Belum sampai tujuan, mobil pengangkut logistik ini mengalami kecelakaan atau terjun ke jurang di Jalan Raya Desa Siraman. Tepatnya sebelum jembatan Sungai Kali Bambang.
“5 kotak suara logistik pemilu yang dibawa mengalami mobil rusak sehingga dilakukan penggantian di kantor desa. Penggantian kotak suara ini disaksikan oleh semua pihak, KPU, Bawaslu, panwascam, PPK, dan Kepala Desa Siraman Kabupaten Blitar,” ujar Hadi yang ditemui Kamis (15/2).
Hadi mengungkapkan, logistik pemilu yang ikut terjun ke jurang itu dalam kondisi aman. Surat suara dan sampul dalam kondisi utuh dan tidak ada kekurangan. Hanya bagian luar kotak suara yang penyok dan kotor.
Meski masih bisa digunakan, KPU memutuskan untuk mengganti kotak suara tersebut. Alasannya karena kotak suara tersebut rawan rusak. Sebab, logistik tersebut harus dipindah-pindah ke kecamatan hingga kabupaten.
“Untuk kondisi sopir dan KPPS, semua aman. Semua mengalami luka ringan, tapi sudah dilakukan perawatan di Puskesmas Kesamben. Namun yang rusak parah justru mobil, kacanya pecah-pecah,” ungkapnya.
Kecelakaan itu membuat jalur ekstrem ini sedikit macet saat proses evakuasi mobil pikap Kijang bernomor polisi AG 8107 KJ. Kendaraan tersebut dapat dievakuasi setelah dibantu oleh mobil derek.
Saksi kecelakaan, Yudi Biantoro, menduga sopir pikap warna merah muda itu hilang kendali saat berada di jalan menurun dan menikung masuk Desa Siraman. Menurutnya, kecepatan mobil tidak terlalu tinggi. Tapi, rem mobil seperti tidak berfungsi.
“Saya sempat tanya sopirnya, dia mengaku rem mobil tidak berfungsi. Memang mobil tua yang dikendarai korban. Ada dua orang yang ada di mobil pengantar logistik itu, satu sopir dan satu lagi di belakang. Namun, orang di belakang langsung loncat ketika mengetahui rem blong,” ujarnya.
Yudi tergerak menolong sopir yang terjebak di mobil dan syukurnya kondisi kotak suara tidak terlalu rusak. Dia bahkan membantu untuk mengevakuasi kotak suara agar dapat dinaikkan ke atas dengan bantuan tali tambang.
Sopir dan penumpang dalam kondisi sadar, hanya saja tangannya mengalami luka beset. Bahkan, sopir sempat terlihat mencari sandalnya yang hilang. Dia menduga penyebab kecelakaan lantaran rem blong, karena bila berfungsi dipastikan ada bekasnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Blitar Iptu Heri Irianto menjelaskan bahwa kecelakaan dipastikan karena rem blong. Sopir diketahui bernama Edo Putra Pradana dan membawa personel KPPS.
“Kendaraan mengalami ban selip dan gagal dalam pengereman. Selain itu, di depannya terdapat mobil tidak dikenal. Daripada menabrak, justru sopir banting setir hingga terjun ke jurang. Kerugian materiil hingga Rp 1 juta karena kaca mobil pecah dan sedikit peyok,” pungkasnya. (jar/c1/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila