Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Input Data Sirekap di Kabupaten Blitar Error, Kirim via Google Drive, Belum Ada Gambaran Hasil Pemilu 2024

Mohammad Syafi'uddin • Jumat, 16 Februari 2024 | 20:30 WIB
ilustrasi
ilustrasi

BLITAR – Proses input data perolehan suara Pemilu 2024 tampaknya bakal berlangsung lebih lama. Itu karena Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) milik KPU hingga kemarin Kamis (15/2) di Kabupaten Blitar belum bisa dimanfaatkan secara optimal.

Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Nglegok, Kabupaten Blitar Redhita Danaria W.S, membenarkan bahwa aplikasi (Sirekap) sempat bermasalah. Dia menduga ini terjadi karena petugas KPPS se-Indonesia melakukan input data pemilu 2024 secara bersamaan. Akibatnya, server menjadi down.

“Sirekap pemilu 2024 itu kemarin ada masalah, mungkin karena yang memakai KPPS seluruh Indonesia atau sinyal di lokasi buruk. Walaupun begitu, pasti ada kebijakan lain sebagai ganti alat kerja ini. Bahkan hingga kini, aplikasi ini masih dalam tahap proses perbaikan. Yang jelas kami masih menunggu, teman-teman KPPS di Nglegok Kabupaten Blitar ini juga masih istirahat,” ujarnya Kamis (15/2). 

Redhita mengungkapkan, logistik pemilu dari 213 TPS kini sudah sampai kecamatan. Hanya TPS dari desa Sumberasri yang belum dikirim hingga siang Kamis (15/2). Karena belum bisa input data, pihaknya kini berupaya mengamankan logistik tersebut.

“Jadi logistik kita amankan dulu, ini tadi jam 08.00 pagi sudah ada logistik yang masuk gudang. Bahkan di seluruh Kecamatan Nglegok dengan 213 TPS sudah mengirimkan logistik ke kecamatan. Tinggal Sumberasri yang belum. Informasi yang saya dapat, siang ini mereka mengirim logistik ke sini,” terangnya.

Sebagai alternatif, pengiriman data hasil perolehan suara di tiap TPS menggunakan Google Drive. Itu menjadi akun bersama yang bisa diakses oleh KPU Kabupaten Blitar.

Harapannya, hal ini memudahkan kinerja penyelenggara pemilu. Dengan begitu, masyarakat segera mengetahui hasil Pemilu 2024.

Pantauan koran ini, usai pemungutan suara dilanjutkan dengan penghitungan surat suara. Pada tahap penghitungan ini tidak ada kendala.

Persoalan muncul saat personel KPPS hendak melakukan input data perolehan suara pada menu atau aplikasi Sirekap. Foto tidak bisa diunggah dalam aplikasi tersebut.

Kondisi ini sangat disayangkan para peserta pemilu. Sebab, pemerintah sudah mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit untuk pesta demokrasi tersebut. “Seharusnya H+2 sudah ada gambaran perolehan suara,” kata salah seorang calon legislatif dapil 6 Kabupaten Blitar, Muhammad Rifa’i.

Menurutnya, server down atau error tidak bisa menjadi kendala dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Seharusnya kondisi ini sudah diantisipasi sebelumnya.

Baca Juga: Sedang Ramai Dibicarakan, Istilah Quick Count Penghitungan Suara Dalam Pemilu 2024, Seberapa Akurat?

Ditanya soal persebaran suara partai, Rifai mengaku belum bisa memberikan gambaran. Dia mengakui, tantangan teknologi ini juga menjadi tantangan bagi partai. “Kami ada saksi di tiap TPS, kami juga buat aplikasi untuk mempermudah, tapi sampai sekarang juga masih belum selesai,” katanya.

Kendalanya pada sumber daya manusia saksi yang belum siap dengan kecanggihan teknologi. Karena alasan itu pula, pihaknya berharap KPU dengan sumber daya yang besar bisa menjadi alternatif.

“Kami sudah konfirmasi ke KPU juga, alasannya server down, dari kemarin tidak ada pergerakan sama sekali,” (mg2/c1/hai)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Kabupaten Blitar #Sirekap #Pemilu 2024