Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Blitar Kian Langka, Anggaran Tetap, Harga Bahan Baku Naik dan Sulit Dijangkau Petani

Mohammad Syafi'uddin • Senin, 19 Februari 2024 | 21:20 WIB
ilustrasi pupuk
ilustrasi pupuk

BLITAR – Ribuan petani di Kabupaten Blitar kelimpungan. Ini karena stok pupuk subsidi semakin sulit didapatkan. Sementara itu, harga pupuk nonsubsidi sulit dijangkau kantong petani.

Salah satu kelompok tani asal Desa Kedawung Kabupaten Blitar, Siono mengungkapan, jatah pupuk tahun ini berkurang sekitar 50 persen. “Yang biasanya itu cengkal (ukuran tanah, Red) 100 dapat 25 kg, dikurangi setengahnya hanya dapat 12,5 kg. Otomatis petani mengeluh karena pupuk subsidi semakin berkurang banyak,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar, Hikma Wahyudi menjelaskan, anggaran subsidi yang diberikan pemerintah dari tahun ketahun masih sama. Namun karena harga pasaran pupuk semakin mahal, jumlah pupuk subsidi untuk petani berkurang.

“Ya, naiknya itu karena salah satu bahan baku pupuk kimia NPK itu bersumber dari Ukraina, yang sekarang masih perang dengan Rusia.

Karena akses yang sulit dan bahan yang langka ini mengakibatkan bahan baku pupuk mahal. Sebenarnya di negara kita itu ada, tapi tidak mencukupi. Makanya masih impor dari luar,” ujarnya.

Hikam mengungkapkan bahwa posisi pemerintah tetap sama. Membantu petani dalam penyediaan pupuk subsidi dengan harga yang diatur pemerintah. Dengan begitu, harga pupuk subsidi tidak terlalu mahal.

Namun harap dimaklumi, sambung dia, karena harga pupuk internasional semakin naik dan pemerintah tetap kukuh menjual pupuk dengan harga yang sama sehingga berdampak pada stok yang terbatas.

“Kalau pupuk itu semakin mahal, uang itu habis untuk membeli pupuk. Makanya jumlahnya semakin berkurang. Kalau ada penambahan anggaran kemungkinan jumlahnya akan tetap dan harganya juga akan tetap,” jelasnya.

Hikma mengungkapkan, pemerintah sudah merencanakan agar anggaran untuk pembelian bahan baku pupuk ini ditambah. Namun, dia belum tahu rencana pelaksanaannya.

“Itu masih dalam tahap wacana penambahan anggaran. Diharapkan dengan adanya ini, kebutuhan pupuk bisa tercukupi,” ujarnya.

Pihaknya berharap petani di Bumi Penataran bisa berkembang dan tidak tergantung kepada pemerintah.

Salah satunya dengan berinovasi dalam membuat pupuk organik sendiri. Dengan langkah ini, kebutuhan petani akan pupuk bisa tercukupi. (mg2/c1/hai)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#petani #Kabupaten Blitar #pupuk