Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pengamat Politik di Kota Blitar Ungkap Perubahan Kursi Pilpres Pemilu 2024 Pengaruhi Pilkada, Sampaikan Sejumlah Prediksi Ini

Mila Inka Dewi • Selasa, 20 Februari 2024 | 17:36 WIB
ilustrasi
ilustrasi

BLITAR - Hasil sementara pemilu 2024 menunjukkan pasangan calon 02 Prabowo-Gibran lebih unggul dari paslon lain. Kondisi ini diprediksi akan membawa banyak perubahan pada pemilihan kepala daerah (pilkada) nanti. Khususnya di Kota Blitar yang selama ini menjadi basis PDI-P.

Hasil quick count KPU per 19 Februari pukul 14.00, data hasil suara pilihan presiden dan wakil presiden pada pemilu 2024 sudah mencapai sekitar 71,1 persen. Paslon 02 sementara unggul mencapai 58,4 persen. Disusul paslon 01 sebanyak 24, 33 persen dan paslon 03 yakni 17,26 persen.

Pengamat Politik Novi Catur Muspita tak menampik bahwa Kota Blitar sejak dulu sudah terkenal dengan nuansa partai banteng. Ditambah lagi Bung Karno sebagai tokoh proklamator yang dimakamkan di Kota Blitar. Namun, dinamika politik terutama pemilu 2024 selalu mengalami perubahan maupun pergeseran.

Kepala Program Studi (Kaprodi) Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar ini mengatakan, terdapat sejumlah prediksi mengenai komposisi kursi DPRD di Kota Blitar. Beberapa partai ada yang bertambah hingga berkurang. Bahkan, ada partai yang pecah telur bisa mendapat kursi pada pemilu 2024 ini.

Sejak pemilu 2019, PDI-P memperoleh 10 kursi dan pemilu 2024 diprediksi menurun 2 kursi. PKB dulu 4 sekarang 5, Golkar dulu 2 menjadi 3, dan PAN yang pecah telur diprediksi mendapat 3 kursi. Selanjutnya, Gerindra tetap stabil yakni dengan 2 kursi.

Sementara 2 partai lain justru berkurang. Yakni, Demokrat dan PKS masing-masing berkurang satu kursi. “Ini hanya prediksi. Kita masih harus tetap menunggu hasil resmi dari KPU,” sambungnya.

Menurut dia, pada pemilu 2024 ini yang paling menyita perhatian adalah pilihan presiden dan wakil presiden (pilpres). Terlihat dari isu-isu nasional yang terbawa hingga daerah. Khususnya, pada tim sukses yang memainkan strategi dan manufer untuk menakkan elektibilitas paslon.

Sementara pada DPRD tingkat kota terlihat biasa saja. Nantinya akan terlihat dari upaya atau strategi pendekatan kepada masyarakat.

Jika sebelumnya memiliki posisi di DPRD memiliki peluang yang strategis untuk memperkuat posisinya, tetapi tidak menutup kemungkinan bagi pendatang baru bisa meraup suara yang cukup banyak. Sehingga, bisa menggeser posisi sebelumnya. “Tinggal bagaimana masing-masing calon bisa meyakinkan masyarakat,”  bebernya.

Kemudian, bergabungnya PAN dalam parlemen akan mewarnai legislatif DPRD Kota Blitar. Selain itu, peta perolehan kursi, baik tingkat kota atau kabupaten di Indonesia akan sangat berpengaruh pada pilkada nanti. Terutama dalam rangka mengusung calon wali kota maupun calon bupati.

Nantinya jumlah kursi akan mempengaruhi calon yang akan diusung. Kemudian, peta koalisi juga akan mengalami perubahan cukup besar. “Jika hasil resmi sudah diumumkan, misalnya di tingkat capres, nantinya capres yang kalah bisa jadi tiba-tiba bergabung dengan lainnya,” paparnya.

Baca Juga: Input Data Sirekap di Kabupaten Blitar Error, Kirim via Google Drive, Belum Ada Gambaran Hasil Pemilu 2024

Seperti diketahui, PDI-P selama ini berkuasa di pemerintahan selama dua periode ditingkat pusat. Kondisi itu diprediksi akan berpengaruh dalam pengambilan kebijakan di tingkat daerah. Ketika ditingkat pusat terdapat perubahan yang bertentangan antar partai tak menutup kemungkinan menimbulkan gejolak ditingkat daerah.

Sebab, lanjut Novi, kebijakan pusat harus diikuti oleh semua unsur yang ada. Namun, hal itu bisa juga menimbulkan aksi boikot yang merupakan bagian dari hiruk pikuk politik.

“Namun, dialog dan komunikasi antara eksekutif dan DPRD, untuk memutuskan kebijakan daerah harus tetap dikedepankan,” pungkasnya. (ink/sub)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Kota Blitar #Pemilu 2024