BLITAR – Perolehan kursi pemilihan legislatif (pileg) 2024, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Kota Blitar mulai terang. Sebagian partai ada yang kehilangan kursi, ada yang bertambah dan berkurang, bahkan ada yang baru masuk.
Sekadar diketahui, jumlah kursi di DPRD Kota Blitar sebanyak 25. Terbagi dalam tiga daerah pemilihan (dapil) yang meliputi dapil 1 Kepanjenkidul (7 kursi), dapil 2 Sananwetan (9 kursi) dan dapil 3 Sukorejo (9 kursi). Pada pileg 2024 ini, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang mendominasi kursi harus kehilangan dua kursi.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Blitar, sebelumnya pada pemilu 2019 partai berlambang banteng moncong putih tersebut memperoleh 10 kursi. Kemudian pada pileg 2024 hanya berhasil meraih 8 kursi. “Ya, kursi kami berkurang 2. Yakni masing-masing dari dapil Kepanjenkidul dan dapil Sananwetan,” terang Ketua DPC PDI-P Kota Blitar Syahrul Alim, Senin (19/2).
Sedangkan 8 kursi itu tersebar di tiga dapil. Perinciaannya, dapil 1 Kepanjenkidul mendapat 2 kursi, dapil 2 Sananwetan dapat 2 kursi dan 3 kursi dari dapil 3 Sukorejo. Dua kursi yang berkurang tersebut berasal dari calon inkumben atau petahana.
Sementara perolehan kursi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebanyak 5 kursi. Yang pada periode sebelumnya 4 kursi, lalu pada pileg 2024 bertambah satu kursi. Tambahan 1 kursi itu berasal dari dapil Sananwetan.
Wakil Ketua DPC PKB Kota Blitar Totok Sugiarto mengeklaim, PKB Kota Blitar memperoleh 5 kursi. Masing-masing kursi tersebut tersebar di tiga dapil, yakni dapil Kepanjenkidul (1 kursi), dapil Sananwetan (2 kursi) dan dapil Sukorejo (2 kursi). ”Bertambah satu kursi sehingga total menjadi 5 kursi,” terangnya.
Menurut Totok, perolehan kursi tersebut belum memenuhi target DPC PKB. Pihaknya menargetkan perolehan kursi sebanyak 7 kursi. Dengan perkiraan masing-masing dapil mendapat 2 kursi untuk dapil Sananwetan dan Kepanjenkidul dan 3 kursi dari dapil Sukorejo. “Targetnya meleset dua kursi. Yang tidak tercapai di dapil Kepanjenkidul dan Sukorejo, jelasnya.
Dengan bertambahnya 1 kursi membawa keuntungan bagi PKB. Salah satunya yaitu bisa mengusung calon wali kota dan wakilnya dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (pilkada) mendatang.
Sementara itu, untuk Partai Persatuan Pembangunan alias PPP memperoleh 3 kursi. Perolehan tersebut masih tetap sama dengan perolehan pileg 2019 lalu. Dari tiga dapil masing-masing mendapat 1 kursi. “Iya perolehan dapat tiga kursi. Yang lolos tiga calon incumbent,” kata Sekretaris DPC PPP Nuhan Eko Wahyudi.
Kemudian ada satu yang mengejutkan pada pileg 2024. Yakni, Partai Amanat Nasional (PAN) yang sebelumnya tidak memiliki kursi di legislatif, pileg kali ini berhasil memperoleh tiga suara. Artinya, PAN mampu memecahkan telur.
Lalu, Partai Golkar bertambah1 kursi. Dari periode sebelumnya hanya 2 kursi, kini bertambah menjadi tiga kursi. Partai Demokrat yang sebelumnya memiliki dua kursi, pileg 2024 ini berkurang 1 kursi.
Lalu Partai Gerindra masih tetap dengan memperoleh 2 kursi. Akan tetapi, ada pergeseran dapil. Sedangkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Hanura yang sebelumnya memiliki masing-masing 1 kursi, pada pileg kali ini tidak berhasil lolos masuk kursi legislatif.
Hingga kini, rekapitulasi suara Pemilu 2024 masih berlanjut. Rekapitulasi di Kota Blitar sudah memasuki tingkat kecamatan. (sub)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila