BLITAR - Pemkab Blitar menganggarkan sekitar Rp 111 miliar untuk perbaikan jalan. Anggaran tersebut meningkat Rp 13 miliar dari tahun lalu. Rencannya, 260 titik ruas jalan bakal diperbaiki tahun ini.
Kabid Bina Marga DPUPR Kabupaten Blitar Hamdan Zulfikri Kurniawan mengatakan, alokasi anggaran untuk perbaikan jalan mencapai Rp 111 miliar. Pada 2023 lalu, alokasi anggaran untuk bidang jalan ini sekitar Rp 98 miliar.
“Anggaran dari Pemkab Blitar itu untuk 260 titik di 22 kecamatan. Terdiri dari pembangunan jalan, pemeliharaan berkala, dan rehabilitasi jalan. Memakai hotmix dan beton. Rata-rata digunakan untuk perbaikan jalan yang rusak dan tidak bisa ditangani pada tahun lalu,” ujar Hamdan yang ditemui Senin (20/2/2024).
Dia melanjutkan, mayoritas kegiatan perbaikan jalan ini ada di wilayah Blitar Selatan. Alasannya karena banyak jalur atau ruas jalan rusak yang belum tertangani.
Rencananya, pembangunan jalan di wilayah ini menggunakan konstruksi beton. Selain karena kondisi tanah kurang stabil, ada banyak muatan tebu, kaolin, atau gamping yang memicu kerusakan jika jalan dibangun menggunakan hotmix.
Hamdan mengungkapkan, konstruksi awal jalan di Blitar Selatan itu diperuntukkan bagi kendaraan pribadi. Namun kenyataanya, sekarang kendaraan bermuatan besar seperti tebu dan lainnya, justru lewat di jalur utama. Sayangnya, PUPR tidak bisa mencegah atau melarang kendaraan bertonase tinggi tersebut lewat karena hanya berwenang memelihara jalan.
“Secara jumlah pekerjaan, semua rata, hanya nominalnya lebih banyak di Blitar Selatan. Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan mulai Maret setelah pemilu. Tentu dengan memakai sistem lelang,” ungkapnya.
Disinggung terkait jalan di Desa Sumberasri, Hamdan mengaku sudah pernah memperbaiki jalan tersebut menggunakan konstruksi beton. Sayangnya, kondisi ini tidak berlangsung lama lantaran intensitas kendaraan yang lewat melebih jalanan kota, dan tonasenya melebihi batas tonase jalan kabupaten.
“Sejak tahun kemarin ada anggaran perbaikan jalan untuk Jalan Sumberasri. Untuk tahun ini, anggarannya mencapai Rp 2 miliar. Anggaran itu bisa menangani sekitar 1 kilometer dengan bahan beton. Namun, solusi jangka panjang untuk menangani kendaraan muatan yang lewat, kami menunggu perda,” pungkasnya. (jar/c1/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila