Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Melihat Kebun Anggur di Kelurahan Ngadirejo Kota Blitar, Pemilik Bahkan Tak Tahu Kebunnya Sempat Viral

Mila Inka Dewi • Kamis, 22 Februari 2024 | 18:03 WIB
SEGAR: Kasiadi menunjukkan salah satu varian buah anggur di kebun miliknya.
SEGAR: Kasiadi menunjukkan salah satu varian buah anggur di kebun miliknya.

BLITAR-Jika dilihat dari luar, orang tidak akan mengira jika ada kebun anggur di dalamnya. Sebab, lokasi kebun anggur milik Kasiadi berada di dalam area kandang ayam petelur. Berlokasi di di Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar.

Memanfaatkan lahan kosong di dalam kandang, Kasiadi membuat kebun anggur dan melon. “Awalnya hanya sebagai hiburan saja, untuk mengisi waktu luang. Tidak ada niatan untuk dijadikan sebagai wisata petik anggur,” katanya kepada Jawa Pos Radar Blitar, ketika ditemui di kebunnya di Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar, Rabu (21/2/2024).

Warga Kota Blitar itu mengaku tidak tahu bahwa kebun anggur miliknya sempat viral. Karena itulah, akhirnya banyak orang-orang yang datang. Padahal waktu itu tidak ada banyak persiapan khusus.

 Baca Juga: Menikmati Jeruk dari Kebun di Desa Kolomayan Blitar, Buah Lebih Segar karena Dipetik Langsung dari Pohon

Menurut dia, orang-orang tahu dari siaran televisi. Dia tidak tahu jika ada yang meliput. Sebab, posisi sedang berada di luar Kota. Saat itu hanya ada pengelola yang setiap hari ada di lokasi. “Istilahnya ‘kebobolan’ ya, karena sebenarnya kita sendiri juga tidak ada persiapan khusus,” ujarnya.

Sayangnya, ketika tim Jawa Pos Radar Blitar berkunjung, suasana kebun anggur lengang. Tidak ada aktivitas pengunjung yang datang. Hanya pengelola yang sedang merawat pohon-pohon anggur.

Sebab, pasokan anggur kini sudah habis. Setelah ramai-rami orang berdatangan dan memetik anggur untuk dibawa pulang. Mereka bukan hanya berasal dari masyarakat sekitar, melainkan dari luar Kota. Seperti Surabaya, Jombang, Malang, Mojokerto, dan Kediri.

“Kebetulan sekarang anggurnya sudah habis. Hanya ada beberapa pohon yang masih berbuah. Karena setiap hari ada yang datang ke sini,” ujarnya.

Kasiadi mengaku sebelum mulai bisnis kebun anggur, lahan tersebut ditanamai sayuran selada. Namun, tidak cukup berhasil karena belum mempunyai pasar, padahal banyak selada yang bisa dipanen. Setelah itu, diganti dengan buah melon, yang ternyata lebih menghasilkan daripada selada.

Dia mengaku, tidak sulit untuk berkebun di area perkotaan. Terpenting ada green house dan mekanisme pengaturan yang baik. Buah anggur bisa dibuah kapan saja. Alias tidak musiman. Hanya saja prosesnya bertahap. Buah anggur bisa dipanen dua kali dalam setahun.

“Semua prosesnya bertahap. Kita juga belajar dari sesama pemilik kebun anggur. Semua bisa menanam anggur, tapi tidak semua bisa panen,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu pengelola Untarsih mengatakan, setidaknya ada sekitar 100 pohon anggur dengan 15 jenis varietas berbeda. Seperti jupiter, transfigurasi, julian, dan sebagainya.

Paling diminati adalah jenis jupiter dan transfigurasi. “Yang jupiter buahnya berwarna merah, kecil tapi manis. Kalau transfigurasi hijau tapi manis,” jelasnya.

Dia menjelaskan, perawatan pohon anggur mudah. Sebab, pohon anggur tidak terlalu menyukai air. Sehingga, cukup disiram 2-3 hari sekali. Namun, buahnnya harus rutin dicek setiap hari.

“Karena dalam satu dompol ada beberapa yang busuk. Nah, kalau tidak segera dipotong atau dibuang bisa menular ke buah lainnya,” tandasnya. (*/din)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#kebun anggur #Kota Blitar