BLITAR - Kebakaran melanda SDI Kardina Masa di Jalan Kalimantan, Kecamatan Sananwetan Kota Blitar Rabu (21/2/2024) dini hari. Kobaran api diduga muncul akibat korsleting arus listrik yang dipicu sambaran petir.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol pp Kota Blitar Bayu Wijaya mengatakan, si jago merah menghanguskan seisi ruang laboratorium komputer dan koperasi siswa. Terdiri dari 12 unit komputer, 15 unit crombox, 3 almari kayu, 2 almari kaca, dokumen sekolah, serta rapor siswa.
“Kebakaran di sekolah kami ketahui dari salah satu warga lewat. Kalau tidak ada yang lapor, kita tidak mengetahui. Itu bersamaan dengan petir menyambar. Dugaan kami seperti itu,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Blitar.
Peristiwa ini diperkirakan terjadi sekira pukul 00.30 dini hari. Bayu menyebut, pukul 01.00 kebakaran dilaporkan oleh seorang pengendara yang melintas di jalan depan SD. Saat pengecekan di lokasi kejadian, api sudah menjalar di dalam ruangan.
Dua unit mobil damkar dan 7 personel dikerahkan di lokasi kejadian. Meski begitu, api tidak mudah dipadamkan. Petugas berjibaku meredam kobaran api selama 2 jam dan proses pembasahan titik api selama 30 menit. Beberapa saat kemudian kebakaran diketahui oleh penjaga sekolah lain di belakang SD tersebut.
“Kebakaran itu ketika hujan. Mungkin saat hujan reda, api langsung membesar karena banyak benda yang mudah terbakar. Kerugian materiil masih dikalkulasi pihak sekolah,” jelasnya.
Kemarin pagi personel kepolisian dan TNI melakukan pembersihan di lokasi kebakaran. Terdapat sisa-sisa dokumen dan komputer yang terbakar. Pihak sekolah juga mencari dokumen yang masih bisa diselamatkan.
“Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Hasil cek kebakaran terjadi hanya di satu ruangan, tidak merembet ke lainnya. Hanya bangunan di atas agak gosong,” paparnya.
Baca Juga: Polres Blitar Ungkap Angka Kriminalitas Sepanjang 2023, Kasus Ini Mendominasi
Terpisah, Kepala sekolah Triyani Sulistyowati membenarkan peristiwa itu. Ruang tersebut sudah dibersihkan pascakebakaran. Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring. “Hari ini anak-anak belajar di rumah (daring),” tandasnya. (luk/sub)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila