BLITAR - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Proklamator Bung Karno menyelenggarakan acara Literasi Beauty Class dalam bentuk Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Sebagai pembuka di awal tahun 2024, kegiatan ini dilaksanakan di auditorium Soekarno lantai 3 selama tiga hari. Yakni mulai 20 sampai 22 Februari 2024.
Sebanyak 100 peserta berhasil terpilih melalui pendaftaran online untuk mengikuti kelas pelatihan tata rias tersebut. Literasi Beauty Class dengan materi Wedding Class dibuka oleh Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan Proklamator Bung Karno, Dr Hartono SS M.Hum. Narasumber yang didatangkan adalah Dr Gandes Nurseto SPd MPd sebagai pakar kecantikan atau make-up artist (MUA) dan pakar hair do, Evi Sunarsih.
Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan Proklamator Bung Karno, Hartono mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud dari amanat salah satu Tri Sakti Bung Karno yakni Kemandirian Ekonomi. Salah satu contohnya melalui inklusi sosial yang dikemas dalam bentuk Literasi Beauty Class. “Kegiatan ini diharapkan dapat mengembangkan potensi dalam bidang kecantikan untuk mewujudkan kesejahteraan,” ungkap kepada Jawa Pos Radar Blitar, Kamis (22/2/2024).
Salah satu goals yang ingin dicapai pada literasi tersebut yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tidak hanya mempersiapkan generasi yang sudah memiliki potensi pengetahuan dan wawasan, tetapi juga praktik mengimplementasikan sebuah karya. ”Hal ini ditujukan untuk keberlanjutan dalam meningkatan kesejahteraan,” terangnya.
Selama tiga hari berlangsung, para peserta mendapat sejumlah materi pelatihan tata rias dan tata rambut. Di hari pertama, materi tentang emotester international wedding & modelling theory portfolio make-up.
Hari kedua tentang teknik komunikasi branding, marketing, hingga rancangan anggaran untuk pelaku jasa make-up. Lalu, hari ketiga atau terakhir yakni praktik dan menampilkan hasil karyanya kepada tamu undangan, yang juga di hadiri oleh kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Proklamator Bung Karno, Nurny Syam.
Seluruh peserta terlihat antusias mengikuti pelatihan Beauty Class. Buktinya, salah satu peserta datang langsung dari Kabupaten Tulungagung.
”Ini sangat menarik. Pelatihan seperti ini mampu meningkatkan potensi diri. Lalu, dapat relasi dan keilmuan baru di bidang make-up,” kata Arini, salah satu peserta pelatihan.
Arini berharap acara seperti ini rutin digelar setiap tahun. Sebab, pelatihan semacam ini sangat bermanfaat dan membantu masyarakat untuk mengembangkan potensinya. ”Apalagi bisa menjadi bekal untuk membuka usaha,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Dra Ofi Sofiana M.Hum mengungkapkan, Literasi Beauty Class bisa menjadi bekal ilmu pengetahuan untuk berkreasi. ”Kelak dapat membuka usaha sendiri sebagai MUA profesional,” ungkapnya. (ae1/c1/sub)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila