Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Korban Pelecehan Jangan Takut Lapor, DP3AP2KB Kota Blitar Sampaikan Pendidikan Seksual Penting Diterapkan Sejak Dini

M. Luki Azhari • Jumat, 23 Februari 2024 | 21:05 WIB

 

ilustrasi
ilustrasi

BLITAR - Korban pelecehan seksual ataupun persetubuhan tidak perlu takut untuk melapor kepada pihak berwajib atas kasus yang menimpanya. Hal itu bagian dari upaya untuk menekan kasus tersebut tidak merajalela.

Pelaksana tugas (Plt) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Blitar, Parminto, tidak tutup mata dengan kasus persetubuhan yang dilakukan oleh pelaku terhadap anak tirinya. Kasus tersebut kini telah ditangani pihak kepolisian. “Sebelumnya kami tidak mendapat laporan dari pihak korban. Atas dasar itu, kami tidak bisa intervensi atau bertindak jauh,” ujarnya, Rabu (21/2/2024).

Kasus pelecehan seksual, kata dia, bak fenomena gunung es. Artinya, hanya sedikit yang terungkap, tetapi ada kejadian serupa yang belum dilaporkan. Sebab, masih ada keluarga yang menilai kejadian tersebut sebagai aib sehingga malu jika dilaporkan.

Di samping itu, korban juga takut untuk melapor. Padahal, upaya tersebut penting agar aksi asusila bisa ditangani oleh pemangku kebijakan atau pihak yang berwajib.

”Belajar dari kasus yang terjadi, apabila mengalami pelecehan atau sejenisnya, menimpa anak dan perempuan, kami meminta untuk lapor kepada pihak berwajib,” papar pria berkacamata ini.

Menurut dia, peluang terjadinya kekerasan atau pelecehan seksual justru terjadi di lingkup keluarga. Misalnya, orang tua, saudara, paman, dan lainnya. Modusnya dengan menyentuh bagian tubuh terlarang.

Pihaknya menyadari bahwa pendidikan seksual penting diterapkan kepada anak sejak dini. Misalnya, edukasi lewat lingkungan sekolah tentang larangan menyentuh area tubuh terlarang. Meski masih dianggap tabu oleh sebagian orang, hal ini perlu dilakukan untuk melindungi generasi muda.

”Terpenting di lingkup keluarga wajib mengajarkan norma-norma agama dan kesusilaan. Keluarga harus bisa membentengi anak supaya tidak salah bergaul,” tandasnya. (luk/c1/sub)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#pelecehan #Kota Blitar