Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Dinkes Kabupaten Blitar Himbau Anak Sakit Jangan Imunisasi Polio, Harus Terbuka untuk Cegah KIPI

Fajar Rahmad Ali Wardana • Jumat, 23 Februari 2024 | 19:00 WIB
Imunisasi polio
Imunisasi polio

BLITAR - Imunisasi Sub PIN Polio tahap kedua dimulai sejak Senin (19/2/2024) lalu. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar imbau anak yang sakit menunda imunisasi polio.

Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Blitar, dalam dua hari pelaksanaan imunisasi tahap dua ini, 61.049 anak atau atau 48,6 persen menerima obat tetes tersebut. Imunisasi polio tahap dua ditargetkan rampung pekan ini.

“Target sasaran kami 95 persen untuk 134.146 sasaran anak yang dilakukan imunisasi polio. Kami tentu melakukan evaluasi dari imunisasi polio tahap satu. Tentu pada tahap dua ini, kami imbau anak yang sakit untuk ditunda imunisasinya,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Blitar, Anggit Ditya Putranto.

Dia menyebut, kasus kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) yang terjadi ketika imunisasi polio tahap satu kemarin bukan karena vaksin.

Melainkan, koinsiden atau disebabkan oleh hal-hal di luar produk vaksin, seperti ada penyakit lain dan kecemasan akibat imunisasi. Kasus KIPI Januari lalu itu karena ada anak dalam kondisi kurang fit saat menerima imunisasi.

Anggit mengungkapkan, pada imunisasi polio tahap satu ditemukan anak yang sebelumnya mengalami demam berdarah dan tifus. Secara kebetulan, dampak penyakit itu muncul setelah imunisasi polio sehingga tetap dilaporkan sebagai kasus KIPI dari imunisasi polio.

“Kami meminta orang tua dengan petugas imunisasi harus komunikasi intensif. Ya harus ada wawancara atau deteksi dini kepada orang tua, agar mengetahui kondisi anaknya yang akan imunisasi ini sedang sakit atau tidak,” ungkapnya.

Dinskes Kabupaten Blitar tidak bisa memastikan imunisasi polio tahap dua ini terhindar dari kasus KIPI. Namun, mereka berusaha untuk mencegah dan meminimalisasi agar tidak terjadi kasus yang sama seperti imunisasi polio tahap satu.

Untuk diketahui, pada imunisasi polio tahap satu terdapat 45 anak yang mengalami KIPI. Bahkan tujuh di antaranya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Itu karena demam, muntah, dan diaere pascaimunisasi.

“Kami berusaha memberikan deteksi dini dan sosialisasi lewat sosial media dan poster, untuk anak yang ikut imunisasi polio harus dalam keadaan sehat,” pungkasnya. (jar/c1/hai)   

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Kabupaten Blitar #imunisasi