BLITAR-Warga Lingkungan Anggrek, Desa Bendosari, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, dibuat waswas dengan adanya lubang yang mengikis ruas jalan desa setempat. Jika tidak segera ditangani pemerintah, potensi tanah longsor tetap akan mengintai.
Sekretaris Desa Bendosari, Munaji mengatakan, tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Blitar tersebut sudah satu tahun terjadi. Akibat curah hujan tinggi sehingga tanah dan bebatuan terkikis serta menimbulkan lubang.
Meskipun jalan tersebut kelihatan sudah baik, jika tanah di bawahnya terus-menerus tergerus oleh air hujan, risiko amblas bisa sangat tinggi. “Kami dari Pemdes Bendosari, Kecamatan Kademangan, bergerak cepat saat mengetahui kerusakan (tanah longsor di bawah ruas jalan, Red) itu terjadi. Dengan mengusulkan ke Pemerintah Kabupaten Blitar agar segera dibangun tanggul penahan tanah. Kondisi semakin memburuk, tapi belum juga ada jawaban dan tindakan dari pemkab,” terangnya.
Warga setempat dan pengendara yang melintas sangat khawatir dengan kondisi tersebut lantaran sering melihat longsor terjadi. Dengan begitu, bantuan dari pemkab sangat dibutuhkan sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Dia menambahkan, Pemdes Bendosari berharap ada solusi dari permasalahan itu. Apalagi lokasinya merupakan jalan utama dan daerah rawan longsor.
“Sebentar lagi musim penghujan tiba. Semoga di tahun ini bisa mendapatkan bantuan pembangunan agar risiko tanah longsor bisa segera teratasi,” pungkasnya. (iyo/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila