BLITAR - Ada 136 calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Blitar tunda dan batal berangkat haji tahun ini.
Hal itu karena sakit, meninggal dunia, dan menunggu penggabungan mahram. Kemenag kabupaten Blitar memastikan 950 CJH dapat berangkat haji di tahun ini.
Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kemenag Kabupaten Blitar, Hamim Thohari mengatakan, CJH yang dipastikan berangkat tahun ini sekitar 950 CJH. Sebanyak 136 lainnya tunda berangkat dan batal berangkat haji.
Fenomena batal haji ini tidak hanya dari kuota reguler, tapi juga lansia maupun cadangan. “Dari kuota lansia 66 CJH, ada sekitar 31 CJH yang batal berangkat karena sakit parah, dan beberapa ada yang meninggal dunia. Sedangkan dari kuota cadangan ada 105 dari 248 CJH,” ujar Hamim kepada kepada koran ini.
Sementara itu, dia melanjutkan, penundaan pada kuota lansia karena beberapa alasan. Diantaranya, belum siap secara finansial maupun menunggu penggabungan bersama suami atau istri.
Dengan begitu, di luar data tunda dan batal berangkat ini, semua masih dalam proses pelunasan tahap pertama yang diperpanjang hingga 23 Februari.
Hingga Rabu (21/2/2024), yang sudah melunasi pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) sebanyak 852 CJH, sedangkan yang belum pelunasan 10 CJH dan 8 CJH tidak lulus istitaah.
Hamim menyebut ada porsi baru. Yakni, kuota yang tiap tahun ada tapi tidak berangkat karena meninggal dunia atau ditunda sebanyak 190 CJH.
“Banyak lansia yang batal berangkat haji. Sebelumnya, usia CJH lansia yang akan berangkat haji paling rendah 84 tahun dan paling tinggi 98 tahun. Setelah dicek, CJH usia 98 tahun itu sudah meninggal dunia,” ungkapnya.
Selain itu, ada juga CJH yang melakukan pengajuan pendampingan mahram sebanyak 50 pasangan. Mereka dimungkinkan dapat berangkat tahun ini jika finasialnya siap dan mampu.
Hamim juga mengimbau kepada CJH yang belum melakukan pelunasan untuk segera melunasi Bipih.
“Kami tidak ingin ketika penutupan pelunasan Bipih, ada CJH yang protes karena tidak mendapatkan informasi. Karena kami sudah menginformasikan lewat media sosial, penyuluh agama, hingga by phone langsung,” pungkasnya. (jar/c1/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila