BLITAR - Pengurus Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kota Blitar sedang galau. Sebab, cabor anyar di Kota Patria ini terancam tak bisa turun di Porprov IX Jatim tahun depan. Banyaknya atlet lebih dari batas usia yang ditentukan jadi alasan utama.
Tahun lalu, FOBI Kota Blitar memberangkatkan 17 atlet ke laga ekshibisi Porprov VIII Jatim. Hasilnya, wakil Kota Blitar meraih lima gelar juara dari total lima nomor yang dipertandingkan.
Rinciannya, juara 1 di nomor naga, juara 3 di nomor barongsai tradisional, dan juara 3 di masingmasing mata lomba di nomor barongsai ketangkasan.
“Karena tahun lalu bisa dapat banyak juara di ekshibisi porprov, kami merasa eman (sayang, Red) kalau tahun depan tidak bisa ikut. Tapi, kendala kami ada pada banyaknya atlet yang tahun depan berusia lebih dari 21 tahun.
Sedangkan kemungkinan besar batas usia porprov tahun depan tetap 21 tahun juga,” ujar Ketua FOBI Kota Blitar, Daniel, kepada Koran ini Jumat (23/2/2024).
Dia mengungkapkan, tujuh dari total 17 atlet di porprov tahun lalu sudah berusia di atas 21 tahun pada tahun depan.
Itu membuat induk cabor menggelar penjaringan atlet secara terbuka sejak awal tahun ini.
Sayangnya, Daniel mengaku bahwa minat masyarakat untuk tergabung dengan olahraga barongsai terbilang rendah.
“Sampai saat ini baru ada satu yang benar-benar rutin berlatih. Ada beberapa yang datang untuk coba-coba, lalu memutuskan tak melanjutkan latihan,” sebutnya.
Padahal, seperti halnya cabor beregu pada umumnya, sulit bagi FOBI bisa tampil di kejuaraan tanpa adanya jumlah atlet yang sesuai dengan nomor yang dipertandingkan.
Itu sebabnya, cabor memutuskan untuk menggelar penjaringan secara offline, setelah sebelumnya melalui metode daring.
“Misal nomor naga, kan dibutuhkan jumlah atlet yang besar dalam satu tim. Kalau atlet yang diberangkatkan kurang, ya percuma, karena tidak bisa tanding di nomor naga,” ucap Daniel. (dit/c1/rka)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila