Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Atlet Berkuda Mengeluh, Nihil Pembinaan di Pordasi Kabupaten Blitar, Kepengurusan Vakum dan Kondisi Serba Terbatas

Aditya Yuda Setya Putra • Senin, 26 Februari 2024 | 16:24 WIB
KENCANG: Riska Dwi Cahya memacu  kudanya di salah satu ajang kompetisi  berkuda di nomor pacu beberapa waktu lalu.
KENCANG: Riska Dwi Cahya memacu kudanya di salah satu ajang kompetisi berkuda di nomor pacu beberapa waktu lalu.

BLITAR - Tak adanya pembinaan di internal Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kabupaten Blitar dikeluhkan para atlet.

Kondisi ini akibat vakumnya kepengurusan didalam tubuh cabor. Riska Dwi Cahya, salah seorang atlet berkuda Kabupaten Blitar mengungkapkan, ada banyak atlet yang tergabung ke dalam Pordasi. Sayangnya, kepengurusan vakum sejak beberapa tahun lalu. 

Akibatnya, tak ada kegiatan program pembinaan bagi para atlet. “Sebenarnya ada banyak atlet. Tapi tidak terurus karena sudah vakum lama. Sehingga, atlet biasa latihan mandiri di gelanggang,” sebut laki-laki 31 tahun ini. 

Selama ini para atlet berkuda berlatih di lapangan Desa Pikatan, Kecamatan Wonodadi. Akibat minimnya perhatian pemerintah desa dan vakumnya kepengurusan Pordasi, kondisi gelanggang latihan juga tak representatif. Dengan begitu, para atlet harus berlatih dalam kondisi serba terbatas. 

“Kalau kepengurusan tidak vakum, harusnya induk cabor bisa kerja sama dengan pemerintah desa untuk melakukan perbaikan,” lanjutnya.

Disinggung soal keikutsertaan di porprov, Riska mengaku bahwa Pordasi Kabupaten Blitar sempat mengirimkan satu atlet di seri Porprov VIII tahun lalu.

Karena tak adanya pembinaan khusus, atlet yang dimaksud belum bisa memberi hasil bagus bagi Bumi Penataran. 

Riska menegaskan, persiapan yang dilakukan jelang porprov juga terbilang sangat mepet. Yakni, sepekan sebelum keberangkatan.

“Kami dikabari dari KONI bahwa Pordasi akan kirim satu atlet ke porprov. Pemberitaan itu dilakukan sebelum berangkat. Persiapan jadi tidak matang.

Bahkan, saya juga terkejut Kabupaten Blitar mengirim satu atlet yang mana sebelumnya tidak ada persiapan khusus,” keluhnya.

Dia meminta KONI agar turut memperhatikan Pordasi. Salah satunya dengan membuat pernyataan tegas kepada jajaran kepengurusan agar lebih serius dalam membina cabor. Dia juga berharap ada pergantian pengurus jika memang dirasa perlu. 

“Dan untuk porprov tahun depan, saya harap KONI membuat pernyataan lebih awal. Sehingga, kami bisa siapkan atlet yang kompeten dan program latihan.

Saya sendiri yang akan turun melatih. Sebab, di porprov tahun lalu, kami juga diminta untuk melatih tim berkuda Kediri,” tegasnya (dit/c1/rka)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Kabupaten Blitar #pordasi