BLITAR - Bumi Bung Karno tidak pernah kehabisan talenta berbakat. Salah satunya adalah Else Selviana, 23, Runner-up 1 Putri Literasi Indonesia. Dengan visi tingkatkan literasi pendidikan karakter dan kebudayaan.
ELSE, sapaan akrab Else Selviana, memulai karier pageant (kontes) pada 2021 di ajang Putra-Putri Pendidikan Jatim. Dia berhasil meraih runner-up. Berlanjut di tingkat nasional mewakili Jatim pada 2022.
“Usai menjalankan tugas pengabdian sebagai duta pendidikan, saya diamanahi menjadi Duta Literasi Jatim pada 2023. Otomatis naik tingkat menjadi finalis Duta Literasi Indonesia,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Blitar, kemarin (23/2).
Butuh proses seleksi panjang untuk menjadi finalis duta literasi. Pelaksanaannya di Jogjakarta. Seleksi tersebut meliputi penampilan top model, jejak pendapat, dan uji kompetensi literasi untuk mengetahui jumlah literatur yang telah dibaca. Lantas, pengetahuan tentang KBBI dan diminta untuk membuat esai.
Usai rangkaian seleksi itu, Else dan finalis lain diajak belajar budaya dan sejarah di Jogjakarta. Dari mengunjungi Museum Sono Budoyo dan berkegiatan menanam padi di suatu wisata edukasi. Itu jadi pengalaman
berharga baginya karena dapat belajar beragam ilmu selama seleksi. “Puncaknya pada malam grand final, saya dapat posisi runner-up di ajang Putri Literasi Indonesia. Saat itu pemenangnya peserta dari Sulawesi Selatan,” ungkapnya.
Dia menampilkan public speaking lebih baik daripada finalis lain ketika grand final. Dengan begitu, dia juga meraih predikat finalis Putri Literasi Terbaik. Dia mengaku hanya kalah voting dari juara pertama Putri Literasi Indonesia.
Sebab, gadis tersebut merasa lebih pengalaman di dunia model daripada finalis lain sehingga tahu arah ajang tersebut.
Warga Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul, ini menyatakan tidak sengaja terjun di dunia model. Awalnya ikut ajang pageant memang keinginan sendiri dan terbukti mendapat rezeki yang mujur dalam dunia itu hingga meraih juara. Menurut dia, ada yang merasa kurang jika hanya menuntut ilmu di bangku kuliah.
Karena itu, dia ikut ajang pageant untuk menambah relasi dan mengukur kemampuannya di luar kampus. Dia mendapat pengalaman berharga ketika menjadi duta literasi. Saat itu, dia ditugaskan menyampaikan program literasi di eks lokalisasi Gang Dolly Surabaya.
“Di sana, saya mengajarkan pendidikan karakter dan kebudayaan seperti mendongeng, mewarnai, dan melukis kepada anak-anak usia dini. Syukurnya respons guru dan anak-anak naik,” pungkasnya.(jar/c1/sub)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila