Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Cita Rasa Hakau Sang Fen, dan Udang Fresh Khas China Masih Bisa Dijumpai di Blitar, Tambah Bermacam Bumbu Ini Agar Terasa Nikmat

Mohammad Syafi'uddin • Senin, 26 Februari 2024 | 23:00 WIB
NIKMAT: Memiliki rasa gurih dengan kulit transparan, hakau, kudapan khas China yang mulai jarang ditemui
NIKMAT: Memiliki rasa gurih dengan kulit transparan, hakau, kudapan khas China yang mulai jarang ditemui

BLITAR - Memiliki kulit transparan dengan udang fresh, menjadikan hakau atau har gow, salah satu kudapan ala China ini layak dinikmati. Terutama ketika momen-momen besar atau sekadar santap bersama keluarga besar.

CITA rasa gurih dengan kebebasan menambah bumbu, menjadikan makanan ini layak untuk disantap. Hakau udang berbahan dasar udang dan kulit khusus yang diimpor dari Negeri Tirai Bambu. 

Dengan ciri tekstur yang licin, rasa gurih dengan berbagai bumbu tersaji di meja. Menjadikan pengunjung bebas dalam menciptakan rasa yang diinginkan.

Ada empat macam bumbu tambahan agar kudapan hakau ini terasa nikmat di lidah. Pertama, saus berwarna merah yang memiliki rasa gurih dan asam dari tauco. 

“Khasnya itu, buat saus dimsum yang merupakan saus biasa terus ada tambahan tauco. Yang membuat khas itu tauco dan berasa agak asam,” jelas Esa Ainnaya, salah satu karyawan restoran di Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul.

Selain itu, ada juga chili oil , kecap asin, dan lada bubuk yang tersedia di atas meja. Dengan demikian, pelanggan bebas menentukan rasa yang diinginkan.

“Semua bumbu itu tidak harus digunakan, tergantung selera. Terkadang ada yang suka asin atau gurih Jika ingin pedas bisa dimix dengan chili oil,” ujarnya. 

Bumbu-bumbu ini menjadikan hakau memiliki kebebasan dalam menentukan rasa. Ada keseimbangan di dalamnya sesuai selera. Namun jika enggan ditambah bumbu, makanan ini sudah terasa gurih. 

Salah satu chef, Yulis Setiawan mengungkapkan, kulit khusus yang transparan tersebut bernama kulit sang fen yang memang berasal dari China. 

Selain bahan kulit yang diambil dari seberang lautan, saat membuat hakau ini harus terampil dan tidak sembarang orang bisa melakukan. 

“Cara pembuatannya itu pakai tangan, Awalnya dari kulit yang ada dipipihkan setipis mungkin, kalau di sini itu pakai golok dan 

bahan ditekan di atas meja. Lantas dibuat bundar dan udang dimasukkan ke tengah-tengah. Langkah terakhir dibentuk menggunakan tangan,” jelasnya.

Tidak sembarang udang yang digunakan dalam hidangan ini. Udang harus berukuran sedang dan dalam keadaan segar. Pemilihan udang ini memengaruhi rasa yang akan terkandung saat hakau siap untuk disajikan.

 

“Udang mentah itu diproses dengan cara dikupas kulitnya, lalu di-mixer pakai alat khusus. Maka saat hidangan ini disajikan, udang masih fresh,” ujarnya. (Mg2/cl/din)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#blitar #hakau