BLITAR - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngudi Waluyo Wlingi konsisten dalam meningkatkan pelayanan kesehatan untuk masyarakat Kabupaten Blitar dan sekitarnya. Selain melengkapi sarana prasarana, sumber daya manusia (SDM) juga terus disiapkan untuk menjawab tantangan kesehatan masa depan.
Sejak 2021, rumah sakit andalan masyarakat Bumi Penataran ini sudah melakukan serangkaian gebrakan. Mulai dari melakukan revisi masterplan, menerapkan digitalisasi untuk mempercepat pelayanan, hingga menggunakan bahasa Jawa untuk menunjang kenyamanan dalam pelayanan.
“Lingkungan kesehatan sangat dinamis. Ada standar-standar baru dalam pelayanan sehingga kami juga harus melakukan penyesuaian dan perbaikan dalam pelayanan. Misalnya, membangun gedung rawat inap, ruang anak, dan bedah pada 2021,” ujar direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, dr Endah Woro Utami MMRS.
Perempuan berkacamata ini mengungkapkan, banyak pekerjaan rumah yang kudu diselesaikan RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dalam hal sarana prasarana. Karena itu, setiap tahun selalu diupayakan perbaikan fasilitas.
Pada 2022, fasilitas pemeliharaan sarana dan instalasi penyehatan lingkungan diperbaiki. Di tahun yang sama, instalasi pemulasaraan jenazah juga dipugar.
Bangunan di bagian belakang rumah sakit itu menjadi gedung yang nyaman. Bahkan disediakan tempat khusus untuk keluarga berkabung.
Tahun berikutnya, RSUD Ngudi Waluyo memiliki gedung ICU anyar. Kini puluhan pasien yang membutuhkan pelayanan intensif bisa dilayani.
“Sebelumnya kami hanya punya 14 tempat tidur (TT), kini sudah ada 32 TT. Ini upaya kami untuk menekan angka kematian.
Selain itu, dengan tambahan fasilitas, tentu rujukan ke luar daerah juga bisa diminimalisasi. Harapan kami tidak usah sampai rujuk ke luar daerah dan cukup di Ngudi Waluyo,” kata Endah Woro.
Tahun ini, RSUD Ngudi Waluyo ancang-ancang bangun gedung rawat inap 8 lantai. Padahal, ada banyak kebutuhan yang juga menjadi prioritas pemerintah. Salah satunya pesta demokrasi yang membutuhkan anggaran tak sedikit.
“Gedung-gedung itu sudah dilengkapi dengan alat kesehatan yang canggih. Tahun ini kami targetkan sudah tesedia sarana untuk pasang ring (jantung) dan CT scan stroke,”ujar dia.
Tak hanya itu, selama tiga tahun terakhir masyarakat sangat dimudahkan untuk mengakses pelayanan kesehatan.
Endah Woro menegaskan, hal ini hanya bisa diwujudkan berkat komitmen pemerintah daerah dalam hal pelayanan kesehatan.
“Pembiayaan untuk masyarakat kurang mampu yang perlu pelayanan kesehatan, kini sangat mudah. Cukup dengan pengajuan dan surat keterangan dari desa,” tegasnya.
Dia menambahkan, sarana prasana yang lengkap tidak cukup. Sejalan dengan fasilitas, sumber daya manusia juga terus disiapkan.
“Selain spesialistis, pemerintah daerah juga sangat mendukung pendidikan lanjutan dokter spesialis atau konsultan. Ini tidak gampang lo, untuk mengikuti program ini harus mendapatkan izin dari bupati,” ungkapnya.
Saat ini, kata dia, sudah ada yang lulus yakni subspesialis kanker paru. Kemudian untuk radioterapi, kanker bedah, dan beberapa subspesialis lainnya masih dalam proses pendidikan.
Endah Woro mengatakan, upaya pemenuhan sarpras dan SDM yang andal ini wujud kesungguhan pemerintah daerah agar pelayanan kesehatan bisa diakses dengan mudah dan cepat. Pihaknya juga mengaku terbuka dengan berbagai sarana dan masukan dari masyarakat.
“Jika dalam pelayanan kami mendatangkan prestasi, itu merupakan motivasi kami untuk terus mengabdi dengan baik kepada masyarakat,” tandasnya. (*/c1/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila