BLITAR - Ajang pemilihan duta wisata Kota Blitar menyedot animo cukup tinggi. Mulai dibuka pendaftaran awal Januari hingga ditutup 24 Januari, ada 113 orang yang mendaftar.
Melalui serangkaian tes dan seleksi atau penjaringan ketat, kini tersisa 20 orang atau finalis calon duta wisata. Para finalis yang terdiri dari 10 orang perempuan dan 10 orang laki-laki itu berebut gelar Kangmas Diajeng Kota Blitar 2024.
”Ya, sesuai rencana mereka akan menjalani masa karantina yang dimulai pada 28 Februari hingga 1 Maret,” kata Kepala Bidang (kabid) Pengembangan Potensi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar Rita Triana kepada Jawa Pos Radar Blitar, Senin (26/2/2024).
Selama masa karantina tersebut, jelas Rita, para finalis akan mendapatkan bekal materi seputar kedutawisataan, kepariwisataan Ekonomi Kreatif dan budaya. Kemudian nasionalisme, Trisakti Bung Karno, hingga karakter building alias pembentukan karakter.
”Melalui bekal tersebut, kami ingin generasi muda paham dan memiliki wawasan luas seputar kepawirisataan. Apalagi, misi mereka nanti turut serta menjadi garda terdepan mempromosikan potensi pariwisata di Kota Blitar,” terangnya.
Sekadar diketahui, ajang pemilihan duta wisata Kota Blitar melibatkan peserta dari kalangan anak muda. Peserta datang dari latar belakang pelajar SMA sederajat, perguruan tinggi hingga perwakilan dari kelurahan lingkup Kota Blitar. Kriteria pemilihan meliputi Brain, Beauty, Behaviour dan Brave.
Pemilihan Kangmas Diajeng 2024 tahun ini mengusung tema ” Trisakti Hanggayuh Mukti”. Melalui tema tersebut diharapkan para finalis menjadi tokoh muda penggerak pengembangan dan promosi wisata di daerah. Terutama dengan mengimplementasikan nilai-nilai Tri Sakti Bung Karno untuk memajukan Kota Blitar.
Sebelumnya, serangkaian tes harus dilalui para peserta calon duta wisata. Di tes tahap pertama, meliputi tes tulis, sesi wawancara kemudian ditutup dengan presentasi personal branding oleh peserta. Hasil seleksi di tahap pertama sebanyak 40 peserta terjaring.
Lalu seleksi tahap kedua diadakan presentasi advokasi guna untuk mempraktekan kemampuannya dalam mempromosikan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) di Kota Blitar.
Dilanjutkan wawancara yang dibagi menjadi empat pos, yaitu pos marketing, pos organisasi, pos bahasa inggris, dan pos psikologi.
Kemudian, peserta mengikuti tes bakat dan performa stage/catwalk. Melalui tes ini disaring kembali dan menghasilkan 20 finalis. Mereka lolos berlaga menuju pra karantina, karantina dan Grand Final. ”Grand final kami gelar pada 2 Maret di Gedung Kesenian Aryo Blitar,” tandasnya. (sub)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila