BLITAR - Warga tiga dusun di Desa Dawuhan, Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar, nyaris kehilangan akses. Jembatan sementara menuju wilayah tersebut rusak parah usai hujan deras Minggu (25/2/2024) sore. Mereka kini harus memutar sekitar 5 kilo meter (km) melalui Desa Suruhwadang karena pembangunan jembatan dawuhan belum juga rampung.
Warga Desa Dawuhan Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar, Susanah Rianti menceritakan, jembatan alternatif yang terbuat dari bambu itu mulai rusak pada Minggu (25/5) sore. Itu setelah wilayah tersebut diguyur hujan sekitar dua jam.
“Melihat sungai yang airnya meluap karena hujan sekitar 2 jam, warga di Kabupaten Blitar itu berdatangan ke dekat jembatan dan menutup akses menuju ke jembatan alternatif,” ujar Susanah yang ditemui di lokasi Senin (26/2/2024).
Dia melanjutkan, karena jembatan alternatif rusak, warga harus memutar sejauh 5 km. Yakni melalui Desa Suruhwadang untuk menuju perkampungan di Dusun Midodaren, Kaliandong dan Klangkapan, Desa Dawuhan.
Kendati jembatan alernatif rusak, masih ada beberapa warga yang nekat melalui jalur tersebut dengan jalan kaki. Kendaraan mereka dititipkan kepada warga yang tidak jauh dari jembatan alternatif ini.
“Kedengarannya warga akan membuat jembatan alternatif lagi di sebelah barat proyek Jembatan Dawuhan. Karena hingga saat ini, masih belum tahu kapan jembatan permanen selesai dan dapat dilewati,” ungkapnya.
Selama ini, jembatan sementara tersebut menjadi akses utama warga lantaran pembangunan Jembatan Dawuhan belum selesai dikerjakan.
Jembatan senilai Rp 7,4 miliar tersebut memang terlihat sudah terhubung. Namun tidak mungkin dimanfaatkan karena banyak pekerja yang beraktivitas menggunakan alat berat dan peralatan lainnya.
“Saat ini yang dilakukan BPBD memberikan palang ke jalan masuk jembatan agar warga tidak melewati jalur alternatif yang rusak sambil menunggu jembatan utama selesai dibangun. Pastinya tahun ini selesai,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Ivong Bertyanto.
Ivong tidak memberikan gambaran yang jelas terkait progres dan target pembangunan Jembatan Dawuhan. Dia hanya mengatakan bahwa tahun ini pembangunan jembatan permanen itu harus selesai.
Pantauan koran ini, tampak pekerja masih menyelesaikan pekerjaan abutment pada jembatan. Didugha musim penghujan menjadi kendala pekerja dalam menyelesaikan proyek jembatan yang didanai pemerintah pusat ini.
Sementara itu, prediksi cuaca ekstrem atau bencana hidrometrologi ini masih berlangsung hingga akhir Maret nanti.
Ivong mengatakan semua daerah di Kabupaten Blitar masuk lokasi rawan bencana. Pihaknya mengimbau kepada warga untuk tetap waspada dan hati-hati ketika beraktivitas di luar rumah saat hujan deras. (jar/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila