BLITAR - Program-program yang telah disusun Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar bakal berjalan tidak lancar tanpa dukungan berbagai pihak terkait. Karena itu, dukungan sejumlah elemen masyarakat sangat dibutuhkan demi terwujudkan visi dan misi Blitar Keren.
Di antara dukungan tersebut datang dari tokoh masyarakat dan tokoh agama. Seperti diungkapkan Wakil Wali Kota Blitar (Wawali) Tjutjuk Sunario. Menurutnya, tokoh agama dan tokoh masyarakat memegang peran sentral dalam kelancaran program pembangunan di daerah. Terlebih dalam mewujudkan visi dan misi Blitar Keren.
Sebagaimana diketahui, Keren merupakan akronim dari Keberagaman, Religius, dan Nasionalis. Karena itu, peran tokoh agama dan masyarakat cukup penting untuk menjadi role model atau teladan.
“Mereka sekaligus menjadi problem solver atau pemecah masalah dan penyejuk suasana di tengah keberagaman,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Blitar, Rabu (28/2/2024).
Demi menciptakan situasi yang aman dan kondusif, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar telah memfasilitas sejumlah organisasi keagamaan di Kota Blitar.
Seperti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Majelis Ulama Indonesia (MUI), hingga FPK. Kemudian memberikan bantuan ke tempat-tempat ibadah.
“Lalu, kami juga turut menyelenggarakan kegiatan memperingati hari besar keagamaan. Terpenting, tetap aktif menjalin komunikasi dengan tokoh agama dan masyarakat.Dan saling berkoordinasi,” ujar Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Blitar ini.
Selain itu, menjalin hubungan kerja sama dengan lintas sektor baik forkopimda maupun instansi vertikal juga penting dilakukan demi tercapainya visi dan misi.
Peran forkopimda dan instansi vertikal amat dibutuhkan guna mendukung terlaksananya program-program.
Itu seperti TNI dan Polri yang memiliki kontribusi penting dalam menciptakan suasana aman dan kondusif di suatu daerah. Dengan situasi yang kondusif, tentu pembangunan di daerah berjalan lancar.
”Ini menjadi syarat terlaksananya pembangunan. Maka itu, sinergi dan kolaborasi menjadi kunci bagi terlaksananya program-program,” ujarnya.
Nah, terkait upaya mengatasi permasalahan penyakit sosial masyarakat seperti miras, narkoba, dan penyalahgunaan teknologi, pemkot terus mengoptimalkan lembaga terkait. Salah satunya adalah Badan Narkotika Kota Blitar alias BNK.
”Melalui BNK, upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba terus dimaksimalkan. Salah satunya rutin menyeleggarakan tes urine bersama bakesbangpol dengan sasaran pelajar hingga ASN,” jelasnya.
Di samping itu, pemkot juga rutin melakukan pembinaan terhadap generasi muda melalui sejumlah kegiatan atau event. Di antaranya adalah pemilihan duta wisata, Soekarno Coffe Festival, hingga gerakan literasi media.
Khususnya melalui Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang dibina oleh Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik (Diskominfotik) Kota Blitar serta komunitas-komunitas media sosial (medsos). (sub/c1)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila