Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Wali Kota Blitar Sebut Harga Beras Mulai Turun, Gelar Operasi Pasar Murah, Mayarakat Padati Hingga Tumpah Ruah   

M. Luki Azhari • Kamis, 29 Februari 2024 | 18:14 WIB

 

JANGAN DIJUAL LAGI: Ratusan warga antre membeli beras murah saat operasi pasar di Pasar Legi beberapa waktu lalu. Beras tersebut tidak diperbolehkan dijual lagi.
JANGAN DIJUAL LAGI: Ratusan warga antre membeli beras murah saat operasi pasar di Pasar Legi beberapa waktu lalu. Beras tersebut tidak diperbolehkan dijual lagi.

BLITAR - Wali Kota Blitar Santoso mengklaim harga beras mulai turun. Yakni mengalami penurunan menjadi Rp 15 ribu per kg. “Di tempat lain-lain sudah Rp 16 ribu sampai Rp 18 ribu per kg," ujarnya setelah membuka acara penyerahan batuan pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di Kantor Kelurahan/Kecamatan Sananwetan, Rabu (28/2/2024). 

Namun orang nomor satu di lingkup Pemkot Blitar ini tak menampik jika hal ini bikin warga gelisah. Buktinya, mereka tumpah ruah mengikuti operasi pasar beras murah. Itu demi membeli beras dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 52 ribu per 5 kg dari Bulog.

Kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut juga terjadi di Kota Blitar sejak sebulan terakhir. Harga beras kualitas biasa dari harga Rp 11 ribu per kg naik menjadi Rp 15 ribu per kg. Begitu juga dengan beras kualitas sedang dan bagus. Naik sekira Rp 2 ribu hingga Rp 3 ribu.

"Fakta di lapangan saat operasi pasar dengan gelontor 8 ton beras, selama tiga hari itu saja dampaknya terasa. Bahwa harga beras di kota tidak ikuti dinamika seperti di daerah lain, terus melambung," tandasnya.

Selain itu, dia berharap menurunnya produksi dan produktivitas padi di Bumi Bung Karno sepanjang 2023 lalu, tidak berimbas pada harga beras. Harga yang berangsur-angsur naik di daerah lain, tidak terjadi di Kota Blitar.

"Dengan operasi pasar semoga (harga) bisa stabil lagi. Selain itu di kota harapannya tidak berdampak signifikan akibat harga beras, seperti di kota lain," ujarnya.

Diketahui, produksi padi di Kota Blitar pada 2022 mencapai 10.191 ton dengan tingkat produktivitas 9,61 ton per hektare (ha).

Sedangkan pada 2023 produksinya susut 2 ton. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar merinci, produksi padi susut menjadi 8.169 ton dengan poduktivitas menurun menjadi sekira 8,19 ton per ha. (luk/din)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Kota Blitar #harga beras