Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Harga Beras di Blitar Mulai Turun, Jangan Panic Buying, Klaim Hasil Pantauan Polisi dan Disperindag

Mila Inka Dewi • Jumat, 1 Maret 2024 | 18:27 WIB

 

Beras
Beras

BLITAR - Naiknya harga beras di pasaran Blitar raya sejak sebulan terakhir membuat masyarakat pusing tujuh keliling. Khususnya pedagang makanan. Pasalnya, kondisi tersebut memengaruhi daya beli di masyarakat.

Seperti di Pasar Pon Kota Blitar kemarin, pedagang mengaku pembelian beras secara ecer mengalami penurunan sejak dua pekan terakhir. Saat ini, rata-rata masyarakat membeli sekira 2 kilogram (kg). Biasanya pembeli membeli beras kemasan.

"Mungkin harena harganya naik ya, jadi yang dibeli agak turun. Biasanya beli yang kemasan 5 kg-an," ujar seorang pedagang kebutuhan pokok di Blitar, Endang.

Hingga Kamis (29/2/2024), kata dia, harga beras kualitas sedang sementara belum menurun secara signifikan. Beras kualitas biasa masih berkisar di angka Rp 15.000 per kg, kualitas sedang Rp 15.600 per kg, dan sekira Rp 16.000 per kg untuk beras kualitas bagus.

"Tapi ini biasanya hanya sementara. Dalam waktu tertentu bisa berubah harganya. Beberapa daerah sepertinya sudah mulai turun meskipun belum seperti sebelumnya. Apalagi setelah operasi pasar," paparnya.

Pedagang di tempat berbeda, Solikin, mengaku meski harga beras mengalami kenaikan, namun daya beli masyarakat cenderung stabil. Beras kemasan 5 kg kualitas sedang masih jadi jujugan pembeli.

"Meskipun memang kadang pembeli mengeluh harganya naik, tetapi tetap beli. Karena dianggap kebutuhan pokok," ungkapnya.

Sebagian masyarakat memang mengaku sengaja mengurangi kuantitas pembelian beras lantaran harga yang naik. Beberapa diantaranya memilihi beralih mengonsumsi nasi jagung atau mencapur beras dengan nasi jagung.

"Ini sebagai alternatif saja. Kalau kebutuhan pokok pada naik harganya, harus cermat mengatur keuangan," jelas Chafida, pembeli warga Kecamatan Lodoyo ini.

Polres Blitar Kota dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar kemarin melakukan pemantauan harga dan stok beras. Menurut analisis di lapangan, harga beras dipastikan sudah menurun, baik di pasar, toko, ataupun agen.

"Hasil pantauan kami per hari ini (kemarin, Red), terpantau sudah turun. Beras premium kemasan, semula pada minggu lalu Rp 15.200 per kg, sekarang Rp 14.920 per kg," ucap Kanit Pidekter Sat Reskrim Polres Blitar Kota Ipda Yuno Sukaito.

Adapun harga beras kemasan lainnya juga melandai. Beras premium dari harga Rp 15.200 per kg, turun menjadi Rp 15.000 per kg. Sedangkan harga beras medium berlabel stabilisasi pasokan harga pangan (SPHP) di pasar, sesuai harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp 10.900.

Pihaknya meminta masyarakat tidak gaduh dengan informasi miring yang beredar di media sosial (medsos) soal beras langka. Sebab, stok di Kota Blitar masih aman.

"Infonya beras langka, padahal kami cek stok ada dan aman. Saat harga turun, masyarakat tidak perlu panic buying. Beli sesuai kebutuhan," tandasnya. (luk/sub)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#blitar #beras