BLITAR – Puluhan peserta event gowes East Java Journey (EJJ) II kategori 600 kilometer (km) sampai di checkpoint Istana Gebang, Jumat sore (1/3/2024).
Selain melepas lelah dan beristirahat sejenak, para peserta juga berkesempatan menikmati keindahan rumah masa kecil Bung Karno.
CEO Main Sepeda Azrul Ananda yang juga menjadi peserta di event ini tiba di Istana Gebang sekitar pukul 17.00. Begitu sampai, dia dan rombongan segera menuju tenda panitia untuk mengambil makanan ringan dan air mineral.
Di sela istirahat, para peserta juga kembali mengecek kondisi sepeda dan piranti lain yang akan dibawa untuk melanjutkan perjalanan ke checkpoint berikutnya.
“Ini jadi event East Java Journey kedua. Untuk kategori 600 kilometer tadi kami start dari Surabaya sekitar pukul 05.00 pagi. Dan khusus untuk checkpoint satu memang kami pilih lokasinya di Kota Blitar, tepatnya di Istana Gebang. Apalagi di Blitar memang ada banyak rute menantang seperti pegunungan dan Pantai,” kata Azrul saat ditemui Jawa Pos Radar Blitar, di sela waktu istirahatnya, Jumat (1/3/2024).
Rupanya, dipilihnya Istana Gebang juga merupakan hasil “urun rembug” Sekda Kota Blitar, Priyo Suhartono yang juga dikenal sebagai pegiat gowes.
Menurut Azrul, tak butuh waktu lama bagi tim untuk mengamini penawaran ini karena tim juga menilai wilayah Bumi Bung Karno patut jadi salah satu poin untuk mempromosikan Jatim.
“Iya Pak Priyo juga ikut di event ini. Nah, event ini untuk promosi tantangan di Jatim. Semua harus tahu Istana Gebang dan Blitar. Kalau tidak gowes, belum tentu kita sampai di sini,” sambungnya.
Disinggung soal event tahun depan, Azrul memastikan Main Sepeda bakal kembali menggelar EJJ. Pasalnya, animo peserta event gowes dari tahun ke tahun terpantau meningkat.
Dia juga menegaskan bahwa tahun depan bakal ada perubahan rute. Itu dilakukan agar semakin banyak tempat-tempat menarik di Jatim yang bisa dipromosikan.
“Kita lihat tahun depan seperti apa rutenya, pasti ada perubahan. Lalu, kami juga berencana menggelar event khusus di Blitar. Kalau semua lancer ya bisa digelar tahun ini. Kalau tidak, mungkin bisa digelar di awal tahun depan,” kata Azrul.
Saat berita ini ditulis, Azrul dan rombongan kembali melanjutkan perjalanan dan bertolak menuju ke wilayah Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung.
Adapun checkpoint kedua di ketegori 600 km berlokasi di Pahlawan Street Center, Madiun. Dia berpesan agar para peserta tetap semangat.
“Ndak usah dipikir, pokoknya nympe aja,” katanya lantas terkekeh dan berlalu mengambil sepedanya.
PIC EJJ Checkpoint Istana Gebang, Monike Juniza menerangkan bahwa total ada sebanyak 110 peserta di event tahun ini. Rinciannya, 48 peserta di kategori 1.500 km dan 62 peserta di kategori 600 km. Masing-masing peserta sudah dibekali berbagai piranti untuk memastikan koordinat dan kondisi kesehatan.
Dia meminta pada para peserta yang saat ini sedang dalam proses menuntaskan trek 600 km untuk mengutamakan keselamatan hingga sampai di garis finis.
“Yang penting jangan lupa membawa peralatan sepeda, obat-obatan, dan juga menjaga kesehatan,” pungkasnya (dit/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah