BLITAR - Asiefa Nur Haenza, 26, menjadi salah satu atlet panahan berprestasi Kota Blitar. Di sela-sela kesibukannya, warga Kelurahan Gedog, Kecamatan Kepanjenkidul, ini rutin latihan dan melatih anak-anak satu klubnya.
Menurut dia, siapa saja bisa melakoni olahraga panahan. Meski tidak punya dasar sekalipun. Namun, ada beberapa hal perlu diperhatikan bagi panahan pemula.
Biasanya, untuk anak sekolah dasar (SD) diberi latihan kosongan. Yakni busur tanpa alat. Biasanya berupa dasar-dasar panahan. Seperti bagaimana cara berdiri, posisi tangan, dan kepala. Artinya, belum terlalu menggunakan latihan fisik.
“Intinya setelah diajari kosongan harus rutin latihan posisi-posisi yang pas. Biasanya biar cepat hafal sambil tutup mata,” katanya kepada Jawa Pos Radar Blitar, Sabtu (2/3/2024).
Tahap selanjutnya, lanjut Asiefa, ada namanya paralon. Yaitu untuk pemula yang belum punya alat panahan pribadi. Setiap anak harus punya peralatan panah sendiri-sendiri.
Sebab, tiap anak punya ukuran busur yang berbedabeda. Seperti, tarikan, berat, ukuran busur. Paralon itu, bisa digunakan untuk memanah.
Alat itu digunakan pemula untuk belajar cara menembak yang benar. Jika sudah mahir, bisa beralih menggunakan alat panahan sesuai dengan ukuran masing-masing.
Menurut dia, olahraga panahan lebih baik dilakukan setiap hari. Karena olahraga ini mengharuskan seseorang untuk ajeg atau konsisten.
Ketika tembakan sudah konsisten, otomatis daya lempar dan bidikan atau sasaran bisa sama. Selain itu, panahan menjadi salah satu olahraga yang berat, untuk kategori tarikan busur.
“Kalau tidak setiap hari pasti kekuatan fisiknya akan berkurang. Paling tidak menyempatkan watu satu sampai tiga jam sehari. Tapi, harus ada libur latihan. Bisa satu dua hari seminggu,” beber perempuan 26 tahun ini.
Setiap olahraga pasti ada risiko cedera. Untuk panahan minim risiko panahan. Tapi jika ada yang cedera biasanya karena beban busur terlalu berat.
Misalnya, kekuatan harusnya memakai yang 44 pound tapi memakai ukuran 48 pound. Hal itu membuat otot tidak siap atau kurang pemanasan. Sehingga, akan merasakan ngilu. Biasanya di bagian sekitar belikat.
“Biasanya kalau cedera ringan bisa dipijat atau fisioterapi sejenis akupuntur,” bebernya. Nah, untuk melatih fokus, harus sering-sering latihan.
Selain itu, bisa menambah jam latihan. Bisa beberapa menit sebelum latihan atau sebelum tidur.
Biasanya dengan meditasi untuk membayangkan sedang melakukan olahraga atau latihan panahan. (ink/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila