BLITAR - Pusat Informasi Agribisnis Ikan Hias (PIAIH) atau yang biasa disebut pasar ikan di utara Stadion Soeprijadi Kota Blitar bakal dirombak tahun ini. Kurang pemeliharaan serta perlunya perawatan jadi salah satu pertimbangan pemerintah menata ulang pasar tersebut.
Rencana revitalisasi pasar ikan hias ini yang dekat dengan Masjid Ar Rahman ini memang telah lama. Para pedagang pun sebelumnya turut menunggu realisasi revitalisasi tersebut. Namun, pemkot baru bisa mewujudkan tahun ini.
"Sudah komunikasi dengan pedagang di sini. Karena teman-teman jualan sudah lama, pemkot harus serius membangun lokasi ini," ujar seorang pedagang yang menolak namanya diwartakan, Senin (4/3/2024).
Menurut dia, perlu peremajaan supaya pasar tampak lebih menarik masyarakat. Harapannya, omzet pedang makin terkatrol seiring kios-kios yang resik dan tertata.
"Rencana yang positif saya kira pedagang setuju. Apalagi biar tempatnya tambah bagus. Tiap tahap harus melibatkan komunikasi dengan pedagang, relokasi sementara juga harus dipikirkan," paparnya.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar, drh Dewi Masithoh mengatakan, renovasi tersebut masuk 10 proyek strategis pemkot tahun ini. Pagu anggaran yang disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar untuk revitalisasi sebesar Rp 2,3 miliar (M) dari APBD 2024.
"Supaya lebih tertata dan berkembang lagi. Karena ini terkait dengan status Blitar yang pada munas APKI (Asosiasi Pecinta Koi Indonesia) ditetapkan sebagai ibu kota koi Indonesia," ungkapnya.
Dari depan, pusat perdagangan ikan hias itu memang tampak rapi. Namun, perlu perawatan ekstra utamanya di area dalam pasar. Maklum saja, lanjut dia, sejak 33 tahun terakhir, belum pernah ada pemeliharaan signifikan terhadap pasar tersebut.
Tak pelak, para pedagang meminta pembangunan dapat segera dilakukan. Sebab, sudah menjadi isu lama. Selain untuk mempercantik pasar, revitalisasi tersebut diharapkan bisa meningkatkan daya beli masyarakat.
"Kios-kios di timur tetap. Cuma kios di selatan kami ubah biar lebih terbuka, lalu yang kolam belakang akan ditutup, karena di situ agak kesulitan air," jelasnya.
DKPP menyebut, dari 15 kios terdapat tiga kios di sisi selatan yang akan diratakan. Kemudian, kantor sekretariat, laboratorium, kafe, di dalam pasar juga dirobohkan.
"Lalu, kantin dan kafe di dalam nanti tetap ada. Agar terlihat luas. Ditambahkan gazebo untuk lelang, bisa untuk kontes koi, dan parkir bisa lebih luas," tandasnya. Saat ini rencana proyek revitalisasi pasar ikan masih dalam tahap lelang. (luk/sub)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila