BLITAR - Sementara itu, Wadir Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngudi Waluyo Wlingi, dr Deny Christianto menyebut bahwa saat ini dengue fever dan diare menjadi kasus yang cukup mendominasi ruang rawat inap anak rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut. Menurutnya, ini dipicu oleh musim penghujan dan musim buah. “Dengue fever atau demam tinggi ini disebabkan oleh virus,” katanya.
Virus ini disebarkan oleh nyamuk aedes aegypti. Sehingga menjaga kesehatan lingkungan wajib dilakukan untuk mencegah penyebaran virus tersebut.
Namun, sambungnya cepat, kasus yang paling mendonimasi di awal tahun ini adalah bronkopneumonia alias infeksi saluran pernapasan bronkus dan paru-paru. Hal ini dipicu oleh infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Menurutnya, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, yakni kuman, imunitas yang lemah, gizi kurang baik, dan lingkungan yang kurang sehat.
“Misalnya kumat terlalu kuat dibandingkan dengan sistem pertanahan tubuh pasien. Bisa juga karena terpapar asap rokok atau gizi yang kurang baik serta lingkungan yang banyak polusi udara,” katanya.
Untuk kasus diare yang juga banyak ditemukan, Deny mengatakan bahwa hal ini karena kuman yang masuk dalam pencernaan.
Artinya, membiasakan untuk bersih sebelum mengkonsumsi makanan harus dilakukan, tak terkecuali pada untuk anak-anak.
Hal ini, kata Deny, memiliki hubungan dengan musim buah. Bukan karena konsumsi berlebih yang memicu diare. Sebaliknya, tidak rajin cuci tangan dan tidak memastikan kondisi buah yang sehat bisa menjadi penyebabnya.
“Jadi bukan karena buahnya, tapi misalnya ada lalat atau cuci tangannya kurang bersih,” jelas dia.
Pihaknya mengimbau masyarakat lebih memperhatikan kebersihan lingkungan dan makanan yang dikonsumsi. Terlebil lagi saat momen perubahan cuaca yang kadang juga berdampak pada imunitas tubuh. (hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila