KOTA BLITAR – Kota Blitar kembali diganjar penghargaan Adipura 2023. Penghargaan bergengsi di bidang lingkungan tersebut diserahkan kemarin (5/3) oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Dengan kembalinya menyabet piala Adipura, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar sukses mempertahankan raihan prestasi ke-16 kali secara berturut-turut.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Staf Ahli Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Kota Blitar Yudha Budiono dan Wakil Menteri KLHK Alue Dohong di kantor KLHK, Jakarta.
”Alhamdulillah, ini capaian prestasi Adipura ke-16 kalinya. Prestasi ini sukses kami pertahankan tentu dengan dukungan seluruh lapisan masyarakat,” ungkap Yudha kepada Jawa Pos Radar Blitar, kemarin.
Yudha menjelaskan, penghargaan Adipura merupakan penghargaan yang diberikan kepada kota atau kabupaten yang berhasil mengelola lingkungan dengan baik, terutama dalam menjaga kebersihan dan mengelola sampah dari hulu hingga hilir.
Penghargaan ini tidak lepas dari komitmen pemkot dalam menerapkan program-program yang mendukung kebersihan dan kelestarian lingkungan.
”Di samping itu, sejumlah lapisan masyarakat termasuk pegiat lingkungan juga turut berperan aktif.
Tanpa dukungan masyarakat, tentu prestasi ini sulit kami pertahankan. Terima kasih kepada masyarakat yang sudah turut menjaga kebersihan lingkungan Kota Blitar,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar Jajuk Indihartati menjelaskan, Kota Blitar meraih penghargaan Adipura 2023 dengan kategori Kota Sedang.
Penghargaan tersebut berhasil diraih melalui perjuangan yang tidak gampang serta dukungan dan peran aktif masyarakat di bidang lingkungan hidup.
”Program dan kebijakan daerah yang berkaitan dengan lingkungan hidup juga terus digalakkan. Khususnya, program penanganan sampah dari hulu sampai hilir,” terangnya.
Salah satu program kebijakan yang tengah digalakkan oleh pemkot adalah pembatasan penggunaan kantong plastik di supermarket, minimarket, hingga toko swalayan.
Kebijakan tersebut dalam rangka mengurangi sampah plastik. Sebab, sampah plastik tergolong sampah yang sulit terurai.
Menurut Jajuk, penanganan dan pengelolaan sampah bukan hanya peran pemerintah. Namun, peran masyarakat justru paling penting di awal dalam mengelola sampah.
”Contohnya dengan memilih dan memilah sampah. Mana sampah yang masih bisa diolah kembali dan mana yang tidak. Jadi di sana ada sampah organik dan anorganik,” ungkapnya.
Dengan peran aktif masyarakat dalam mengelola sampah, lanjut dia, tentu bisa mereduksi sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir sampah (TPA).
Di samping itu, peran bank sampah di Kota Blitar juga sangat membantu mereduksi sampah.
”Memang untuk Adipura 2023 fokusnya pada pengelolaan persampahan yang baik dan pengembangan RTH (ruang terbuka hijau) atau taman kota. Arahnya untuk meningkatkan kepedulian kita terhadap lingkungan hidup,” tandasnya. (sub/c1)
Editor : Doni Setiawan