BLITAR - Saat mengisi kajian ceramah di Nglegok Kabupaten Blitar usai pulang dari Palestina, Gus Iqdam sapaannya, merupakan dai ternama yang sering isi kajian hingga luar negeri. Bahkan live streamingnya pun mendapat ratusan ribu penonton.
Guse garangan itu seperti biasa memberikan ceramah yang santai dibarengi dengan guyonan, namun tetap pada inti pembahasan islami yang bisa dipahami kaum muda.
Di salah satu pembahasan ceramahnya, beliau membahas hal yang bisa dilakukan umat muslim untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan. Serta puasa yang paling utama selain puasa ramadhan.
Yaitu puasa bulan Syakban, bagi yang mengamalkan puasa di bulan Syakban, akan dicatat sebagai umat yang mengagungkan bulan ramadhan.
"Puasa yang paling utama selain puasa ramadhan itu kapan? Yakni adalah puasa bulan Syakban Lita'dhimil romadhon karena mengagungkan bulan ramadhan," ucapnya.
Lalu, Gus Iqdam juga menyampaikan hal yang bisa dilakukan dalam menghadapi bulan ramadhan, tak disangka karena hanya merasa senang, menurut Gus Iqdam hal tersebut sudah dicatat sebagai amal sholih.
"Menghadapi bulan ramadhan apa yang bisa dilakukan? Yaitu bahagia. Seng seneng, seng bungah. Senanglah, bahagialah. Mau masuk bulan puasa gini janganlah selalu sedih," jelasnya.
Karena sedang di masa-masa pemilu, Gus Iqdam juga menyinggung untuk tidak melakukan pertengkaran karena hal sepele, seperti beda pilihan capres.
Gus Iqdam juga menyadari, banyak jamaahnya yang kadang ikutan ramai di medsos terkait pemilu, karena sebentar lagi memasuki bulan Ramadhan, hal-hal seperti itu hendaknya tak perlu dilakukan.
"Jangan selalu bertengkar dengan tetanggamu. Pilpres beda pilihan nggak usah dibuat bahan pertengkaran."
Menurut Gus Iqdam, hal seperti bertengkar dengan tetangga juga hendaknya tak dilakukan mengingat sebentar lagi ramadhan.
Beliau juga menjelaskan berbahagia akan datangnya ramadhan, haram baginya api neraka.
"Kalian kalau menghadapi bulan ramadhan kok bahagia. Man Fariha bidhukhuli romadhon, haroma jasadahu ala nihron.
Siapa orangnya yang bungah, bahagia mengahadapi bulan ramadhan, MasyaAllah jasad panjenengan bakal di haramkan dari api neraka,"
Maka dari itu, menghadapi bulan puasa yang akan datang ini, janganlah berbuat maksiat.
Mengingat hanya berbahagia akan datangnya bulan suci saja sudah mendapatkan pahala dan ganjaran yang luar biasa.
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila