BLITAR - Mengunjungi Palestina beberapa hari yang lalu, Gus Iqdam tak sendirian, ia bersama rombongan keluarganya. Salah satu sahabatnya juga ikut yaitu haji Beky.
Haji Beky merupakan orang terdekat Gus Iqdam yang juga berasal dari Blitar. Ia juga sempat viral karena kesuksesannya. Serta miliki rumah yang megah bak hotel berbintang.
Tak hanya ikut Gus Iqdam ke Palestina, ia ternyata juga sering hadir dalam setiap kajian dan jadi salah satu santri di pengajian Gus Iqdam.
Setelah pulang dari Palestina, Gus Iqdam menceritakan suatu momen kejadian di Palestina saat sahabatnya itu berinteraksi dengan tentara Israel.
Ialah ketika haji Beky dan rombongan Gus Iqdam akan memasuki Baitul maqdis, beberapa tentara mendekati sahabat guse berambut biru itu, lantaran mempertanyakan keislamannya.
Rupanya sebelum memasuki Baitul maqdis, para tentara hanya mempersilahkan orang-orang yang beragama Islam saja. Maka dari itu mereka akan memeriksa setiap orang dalam rombongan sebelum masuk.
Bahkan menurut cerita Gus Iqdam, haji Beky dihadang para tentara sambil membawa senjata besar. Lantaran melihat tampilan sahabatnya itu dengan rambut berwarna biru.
"Ada salah satu cerita saat di Palestina, sahabat dekat saya itu namanya haji Beky, rambutnya biru kan warnanya. Jadi akhirnya saat mau masuk di Baitul maqdis itu dihadang sama tentara Israel sambil membawa senjata," cerita Gus Iqdam.
Saat kejadian tersebut terjadi, Gus Iqdam pun ikut terkejut. Ternyata para tentara hanya bertanya apakah haji Beky beragama Islam, sembari membuktikan dengan membaca surat pendek Alquran.
"Saya kaget kan ada apa gitu, ternyata cuma ditanyai apakah haji Beky yang berambut biru itu seorang muslim. Saat sahabat saya menjawab muslim, malah disuruh untuk membaca alfatihah, An-Nas, dan surat-surat yang lain," lanjutnya.
Usai ditantang dengan bacaan surat pendek di Alquran, ternyata haji Beky mampu dan akhirnya lolos untuk memasuki salah satu rumah Allah itu. Namun, ternyata masih harus menunjukkan kartu tanda penduduk miliknya.
"Alhamdulillah meskipun rambutnya biru bisa ngatasi, dan hafal semua. Setelah tentara itu mengetahui bahwa orang ini benar-benar Islam, KTP bahkan juga dilihat biar bisa masuk ke Baitul maqdis." Jelas Gus Iqdam.
Selanjutnya Gus Iqdam menuturkan bahwa para tentara Israel yang berjaga di Baitul maqdis itu tidak berbahaya, sembari menegaskan bahwa disana aman dan baik-baik saja.
Justru menjadi PR bagi umat muslim untuk meramaikan rumah suci Baitul maqdis itu untuk beribadah. Keimanan dan ketakwaan malah semakin bertambah.
"Nah, berarti menunjukkan bahwa disana itu aman-aman saja, malah menjadi PR kita sebagai muslim. Bagaimana cara kita agar bisa meramaikan Baitul maqdis.
Insyaallah keimanan semakin bertambah, dan ketakwaan kepada Allah juga akan semakin meningkat," tutur Gus Iqdam dalam ceramahnya.
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila