KOTA BLITAR - Jalur rawan laka di wilayah hukum Polres Blitar Kota sangat memprihatinkan. Pasalnya, kondisi sejumlah titik yang jadi jalur maut minim penerangan. Walhasil, pada awal tahun ini banyak terjadi insiden kecelakaan di jalur tersebut.
Kasatlantas Polres Blitar Kota AKP M. Taufik Nabila mengungkapkan bahwa terus menganalisis kasus kecelakaan lalu lintas. Pada periode Januari-Februari terjadi 77 kecelakaan dengan 16 korban jiwa dan 142 orang luka ringan. Kondisi di jalan turut menyumbang potensi laka.
"Paling banyak memang di Ponggok dan Srengat. Tidak bisa dipugkiri. Kalau dibandingkan tahun lalu, ada penurunan," ungkapnya, kemarin (7/3).
Satlantas Polres Blitar memetakan empat jalur rawan laka. Dua titik di Kota Blitar yakni di Jalan Brigjen Katamso dan Jalan Kalimantan, Kecamatan Sananwetan. Kemudian, dua lainnya di Kabupaten Blitar yakni Jalan Desa Bacem, Kecamatan Ponggok, dan Jalan Kandangan, Kecamatan Srengat.
Dua jalan di kabupaten itu kondisinya minim penerangan. Padahal, lampu penerangan jalan umum (PJU) merupakan salah satu komponen penting untuk mendukung keselamatan berkendara. Ironisnya, kondisi itu diperparah dengan marka jalan yang tidak komplet.
Tak hanya itu, struktur jalan yang bergelombang membuat laju kendaraan tidak stabil hingga oleng. Memperbaiki jalan serta melengkapi unsur pendukung perlu dilakukan pemerintah daerah setempat.
"Selain itu, 90 persen kecelakaan yang menyebabkan meninggal dunia itu memang karena tidak pakai helm. Kondisi jalan juga jadi faktor," paparnya.
Meski demikian, mayoritas kecelakaan terjadi lantaran human error (kelalaian) pengendara di jalan. Korban yang terlibat kecelakaan beberapa di antaranya berasal dari kalangan pelajar. Menurut dia, kesadaran keselamatan berkendara perlu digalakkan.
"Selama operasi keselamatan ini, kami akan pantau kondisinya. Mobil INCAR (Integrated Node Capture Attitude Record) akan mobilisasi. Sementara pelanggar paling banyak adalah anak muda," tandasnya. (luk/c1/sub)
Editor : Doni Setiawan