BLITAR - Ramadhan merupakan bulan yang dinanti-nanti oleh umat Islam di seluruh dunia. Karena di bulan itu setiap ibadah bahkan tidur akan dinilai sebagai pahala.
Maka dari itu, memperbanyak ibadah dan menjalankan amal saleh di bulan ramadhan adalah salah satu hal yang sangat dinantikan oleh umat nabi Muhammad.
Di bulan yang mulia ini, kadang menjalankan ibadah bisa terasa berat bagi sebagian orang.
Gus Iqdam, dai asal Blitar menjelaskan penyebab hal tersebut bisa terjadi, ibadah bisa terasa berat dilakukan saat ramadhan.
Namun ternyata hal tersebut karena kita memiliki banyak masalah atau sedang memiliki masalah dengan manusia lain.
"Biasane sing marai angele ibadah, abote ngibadah, niki kerono kakean masalah karo wong liyo." ungkap Gus Iqdam saat isi ceramah.
Menurut Gus Iqdam, ketika kita punya masalah dengan orang lain, maka hal itulah yang membuat ibadah jadi terasa berat.
Semakin seseorang minim bermasalah dengan orang lain, bahkan sama sekali tidak memiliki masalah, akan semakin mudah hidupnya, bahkan ibadahnya.
"Semakin seseorang ini minim masalah atau bahkan tidak memiliki masalah dengan orang lain, niki nyapo-nyapo tambah penak (mau ngapa-ngapain itu enak)" tandas Gus Iqdam.
Selain menjelaskan salah satu alasan ibadah kita terasa berat di bulan ramadhan, Gus Iqdam juga memberikan contoh kasus yang sering terjadi di masyarakat.
Bertengkar dengan orang lain di kehidupan sehari-hari dicontohkan seperti tidak rukunnya kita dengan tetangga.
Lantas hal tersebut juga berimbas pada ibadah yang dijalankan, akan semakin sulit karena satu pengganjal, yaitu tidak akur dengan manusia lain.
"Contoh, misal ada orang yang tidak rukun dengan tetangga sebelahnya. Di bulan Ramadhan, akan menjalankan sholat tarawih pasti akan saling bertemu. Pasti akan ada rasa tidak nyaman," jelas Gus Iqdam.
Melihat kasus yang sangat umum di masyarakat tersebut, Gus Iqdam menegaskan agar Zero Criminal atau tidak punya masalah dengan orang lain.
Agar ibadah apapun yang dijalankan di bulan ramadhan akan terasa ringan dilakukan, membawa keberkahan dan pahala dari Allah.
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila