Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Lezatnya Olahan Makanan Berbahan Nonberas, Gizi Tak Kalah dan Mudah Diolah

Fajar Rahmad Ali Wardana • Senin, 11 Maret 2024 | 01:30 WIB
SEHAT: Beragam olahan makanan pengganti beras bisa disajikan di ruang keluarga. Bahan-bahan lebih murah dan dimasak praktis
SEHAT: Beragam olahan makanan pengganti beras bisa disajikan di ruang keluarga. Bahan-bahan lebih murah dan dimasak praktis

BLITAR - Makanan pokok tidak hanya berbahan beras atau dalam bentuk nasi. Apalagi, kini terbilang mahal di pasaran.

Padahal, menu nonberas tak kalah menarik dan bisa diolah jadi santapan keluarga. Diantaranya, sate lilit patin, sate tempe sayur-mayur, dan pancake ubi atau singkong.

Makanan pengganti beras tentu mengandung karbohidrat yang disajikan, misalnya pancake ubi atau singkong.

Sebab, makanan itu mengandung 36,8 gram (gr) karbohidrat, energi 154 kkal, protein 1,0 gr, dan lemak 0,8 gr. Tidak hanya itu, ada sayuran jagung muda, brokoli, dan wortel.

Dalam sate lilit patin ada beberapa gizi, seperti energi 123,6 kkal, protein 9,8 gr, lemak 9,03 gr, dan karbohidrat 2,1 gr.

“Dalam makanan itu banyak terdapat protein yang dapat mengangkut nutrisi, seperti vitamin, gula darah, mineral, oksigen, dan kolesterol, pada seluruh aliran darah,” kata anggota PKK Kecamatan Gandusari, Siti Masitoh, dalam lomba pangan baragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA). 

Sate tempe sayur-mayur isinya beragam. Dari tempe, nanas, paprika, dan bombai. Makanan ini tentu banyak gizinya.

Ada protein 3,9 gr, lemak 3,1 gr, karbohidrat 2,6 gr, dan energi 52,4 kkal.

“Kami memang menekankan menu pada sayuran. Karena tema dari lomba ini yakni beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA).

Artinya untuk beragam tidak harus pakai nasi, karbohidratnya bisa memakai pancake ubi dan sinkong,” ujarnya.

Siti, sapaan akrabnya, menceritakan bahwa dalam menyiapkan makanan tersebut tidak perlu waktu lama Kurang lebih hanya 30 menit saja untuk proses memasaknya.

Bahkan bisa disajikan pada piring dan boks kotak yang tentunya direkomendasikan untuk anak-anak dan usia produktif.

Terbukti, menu itu membawa PPK Kecamatan Gandusari untuk menjadi juara dua dalam lomba cipta menu nonberas. Selain rasa, kandungan gizi dan tampilan pada makanan tersebut juga dinilai.

“Kami tidak menyangka bisa mendapatkan juara dua. Kami hanya menyajikan makanan yang mungkin beda dari yang lain. Syukurnya bisa dapat apresiasi dari juri dan Bupati Blitar,” pungkasnya.(jar/c1/din)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Nonberas #Kabupaten Blitar #makanan