Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

150 Pedagang Takjil Padati Jalan Kenanga Kota Blitar, Wanti-wanti Jangan Pakai Bahan Pangan Berbahaya

M. Luki Azhari • Selasa, 12 Maret 2024 | 13:00 WIB
SIBUK: Sejumlah tenda untuk.pasar takjil di Jalan Kenanga mulai dipasang kemarin (11/3).
SIBUK: Sejumlah tenda untuk.pasar takjil di Jalan Kenanga mulai dipasang kemarin (11/3).

BLITAR - Ratusan pedagang makanan dan minuman (mamin) mulai hari Selasa (12/3/2024) bakal memenuhi ruas Jalan Kenanga, Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar. Mereka menjual aneka santapan takjil khas Ramadan untuk berbuka puasa.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar Hakim Sisworo mengungkapkan, tahun ini jumlah pedagang dipastikan bertambah dari tahun lalu.

Sebab, ada penambahan tenda di tengah jalan, di samping tenda utama di timur dan barat jalan.

"Kami tambah di tengah karena banyak yang daftar tapi belum tertampung tahun lalu. Makanya tahun ini kami upayakan bisa tertampung," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Blitar.

Pasar takjil ini memang jadi jujukan pemburu kuliner tiap momen Ramadan. Bukan hanya di Jalan Kenanga, pasar takjil tahun ini juga terdapat di city walk kompleks wisata Makam Bung Karno (MBK).

Meski masuk koordinasi disperindag lapak di sekitar tempat wisata tersebut dikelola paguyuban setempat.

Hakim menambahkan, dipilihnya Jalan Kenanga lantaran lokasinya strategis, dan tidak terlalu memicu kemacetan.

Pihaknya sejak dua pekan lalu juga sudah berkomunikasi dengan dinas kesehatan (dinkes) dan para pedagang soal kelayakan mamin yang dijual.

"Kami sudah kumpulkan dan sudah ada pembinaan dari dinkes. Kemudian nanti ada uji laboratorium untuk makanan yang diujikan, supaya yang dijual benar-benar layak," paparnya.

Terpisah, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kota Blitar Agus Sabtoni membenarkan bahwa sudah memberikan imbauan kepada pedagang.

Pihaknya menegaskan agar pedagang tak menggunakan zat berbahaya dalam mengolah mamin. makanan yang dijual harus ditutup supaya tidak terkontaminasi bakteri. 

"Kami nanti akan libatkan Badan POM Loka Kediri. Untuk memantau makanan yang dijual apakah menggandung zat bahaya, seperti rodamin b, boraks, atau formalin," jelasnya.

Apabila ditemukan zat berbahaya, maka pihaknya tak segan melakukan pembinaan terhadap pedagang tersebut. Menurutnya, ini perlu pemantauan dari hulu ke hilir, supaya makanan yang diperdagangkan aman.

"Dinkes nanti melalui TKP2MO akan mengawasi. Sampel-sampel makanan diuji supaya tidak kecolongan," tandasnya. (luk/sub)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#pedagang #takjil #Kota Blitar