Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Bulog Siapkan Beras Operasi Pasar di Blitar, Antisipasi Kenaikan Harga Susulan di Awal Ramadhan

M. Luki Azhari • Selasa, 12 Maret 2024 | 22:05 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

BLITAR - Masyarakat bisa bernapas lega imbas harga beras yang mulai turun di pasaran. Harga salah satu kebutuhan pokok tersebut kemarin (11/3) berkisar di angka Rp 15 ribu per kilogram (kg).

Meski sedikit turun, namun sebagian masyarakat khawatir jika terjadi kenaikan harga beras susulan, khususnya pada awal Ramadhan.

Beberapa waktu lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar menggelar operasi pasar (OP) beras murah. Peminatnya pun membludak.

Bahkan, sebanyak 24 ton beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) ludes. Fakta lain, masih ada banyak warga yang belum bisa membeli beras kemasan 5 kg dengan harga Rp 54.500.

Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian, Disperindag Kota Blitar Pandu Sarasti menyebutkan, akan mencoba berkoordinasi lagi dengan Bulog.

Itu untuk bekerja sama menggelar operasi pasar serupa. Namun, itu menunggu kondisi harga beras di pasaran.

"Kami akan komunikasi dengan Bulog. Karena banyak yang saat OP kemarin belum kebagian. Masih pantau juga harga beras," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Blitar.

Merespons itu, Pemimpin Bulog Kantor Cabang (Kancab) Tulungagung David Donny Kurniawan mengatakan, pihaknya siap bilamana pemerintah daerah (pemda) hendak bekerja sama seperti operasi pasar sebelumnya.

Menurutnya, beras program SPHP berperan untuk mengendalikan harga beras yang sebelumnya sempat menyentuh Rp 16 ribu per kg.

"Prinsipnya kami selalu siap untuk mendukung pemda, selama itu di wilayah kerja kami. Tempo hari kami lakukan operasi pasar di kabupaten dan Kota Blitar," tuturnya.

Menurut dia, dua program yang saat ini dijalankan oleh Bulog yakni penyaluran bantuan pangan (banpang) dan operasi pasar beras SPHP.

Untuk operasi pasar, pihaknya selama 3 hari telah menyalurkan total 24 ton beras kualitas medium. Beras tersebut dijual di tiga titik, yakni di Pasar Pon, Templek, dan Legi.

Meski penyediaan cukup banyak, realitas yang ada tak sedikit pun masyarakat yang kecewa.

Sebab, belum bisa membeli beras tersebut lantaran kehabisan. Hal ini menjadi evaluasi pemkot dan Bulog untuk berencana menggelar OP serupa.

"Saya juga sempat ketemu dengan kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar, berencana menggelar gerakan pasar murah, masih sebatas komunikasi," beber pria ramah ini.

Pihaknya memastikan saat ini stok beras di gudang Bulog masih mencukupi. Mayoritas beras yakni impor dari Vietnam.

"Operasi pasar dilihat harga di pasaran. Kalau harga terkendali, tidak perlu. Kalau naik lagi, mungkin bisa dilakukan," tandasnya.

Harga beras di pasaran pada Februari lalu mencapai Rp 16.000 per kg, harga normal berkisar Rp 12.000 per kg.

Di Pasar Pon kemarin harga beras kualitas bagus Rp 15.900 per kg, kualitas sedang Rp 15.500, dan kualitas biasa Rp 15.000. (luk/ady)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Ramadhan #Kota Blitar #harga beras