Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Setelah 37 Tahun, Akhirnya Pasar Patok Kabupaten Blitar Miliki Bangunan Baru, Anggaran Hingga 3M

Mohammad Syafi'uddin • Rabu, 13 Maret 2024 | 18:16 WIB
SEGAR: Pedagang menunjukkan barang dagangannya kepada Bupati Rini Syarifah dan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Isy Karim, usai peresmian Pasar Patok kemarin (8/3).
SEGAR: Pedagang menunjukkan barang dagangannya kepada Bupati Rini Syarifah dan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Isy Karim, usai peresmian Pasar Patok kemarin (8/3).

BLITAR - Pedagang Pasar Patok, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar tampak semringah. Betapa tidak, ada bangunan baru di pasar milik daerah tersebut. Pembangunan fasilitas itu merupakan yang pertama sejak Pasar Patok didirikan pada 1987 silam.

Untuk diketahui, anggaran pembangunan Pasar Patok ini dialokasikan sekitar Rp 3 miliar. Namun dalam teknisnya, kebutuhan fasilitas perdagangan tersebut hanya menghabiskan anggaran sekitar Rp 2,8 miliar. 

Belanja pembangunan pasar itu bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) melalui dana tugas pembantuan (TP). 

Kebijakan tersebut memungkinan pemerintah pusat mendukung kebutuhan belanja yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.

Itu sesuai dengan Undang-Undang No 23 Tahun 2021 tentang Pedoman Pengembangan, Penataan, dan Pembinaan Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan. 

Namun, pada 2022, lalu pemerintah mengeluarkan kebijakan baru. Melalui PP No 19 Tahun 2022, dana tugas pembantuan tersebut tidak dapat lagi untuk membiayai kegiatan yang sifatnya masih dalam urusan kabupaten/kota.

“Makanya ini merupakan tahun-tahun terakhir untuk tugas pembantuan (TP) membiayai pembangunanan pasar tahun 2024.

Kalau pemerintah nanti perlu intervensi, termasuk untuk memenuhi syarat perdagangan termasuk pasar, bisa dialokasikan melalui dana alokasi khusus (DAK),” ujar Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Isy Karim, usai meresmian Pasar Patok Jumat (8/3/2024).

Di lokasi yang sama, Bupati Blitar Rini Syarifah membenarkan bahwa sebelumnya Pemkab Blitar berupaya ke Kementerian Perdagangan untuk mendapatkan dana TP pasar. 

Pihaknya berharap pembangunan fasilitas baru membawa manfaat untuk para pedagang, sekaligus meningkatkan perekonomian di Kabupaten Blitar.

Bupati Rini menceritakan, Pasar Patok yang berdiri sejak 1987 ini belum pernah mendapatkan sentuhan revitalisasi. Karena itu, tidak heran para pedagang antusias untuk memanfaatkan bangunan anyar tersebut.

“Tadi saya lihat lokasi pasar yang di sebelah selatan penuh. Kalau dipindah ke sini (lokasi pasar yang baru, Red), insya Allah agak longgar. Sehingga komoditas buah-buhan bisa dijual di sini. Sehingga tidak perlu ke Pare atau Ngronggo,” ujarnya.

Rini berharap dengan adanya pembangunan ini nantinya bisa menaikkan pendapatan anggaran daerah (PAD) di Kabupaten Blitar. 

Pantauan koran ini, para pedagang terlihat sibuk bongkar muat dagangan. Nyaris di setiap sudut terpampang berbagai komoditas pertanian dari wilayah Blitar Utara, utamanya buah-buahan. 

Seperti belimbing, nanas, pisang, durian, ataupun kelapa. “Dari dulu pasar ini memang ramai. Tapi dengan bangunan baru, kami yakin menjadi semakin ramai,” kata pedagang Pasar Patok, Sundari. (mg2/c1/hai)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Kabupaten Blitar #Baru #Pasar Patok #bangunan