BLITAR - Angin kencang yang menerpa Kabupaten Blitar sepanjang hari Selasa(12/3/2024) menimbulkan dampak pohon tumbang di beberapa titik. Akibatnya, tiga rumah dan jalan raya sempat menjadi korban dari keganasan angin kencang tersebut. Bencana ini merata terjadi di beberapa daerah di Jawa Timur.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar Ivong Berttyanto mengatakan, ada empat titik yang terdampak benca angin kencang hingga menimbulkan pohon tumbang.
Ada dua titik di Kecamatan Nglegok dan Gandusari yang terjadi hampir bersamaan. Kemudian, pohon tumbang di Desa Dayu dan Kemloko terjadi sekitar pukul 11.00 WIB.
“Untuk di Kecamatan Nglegok, pohon tumbang sempat menutup jalan raya masuk Desa Dayu. Sedangkan di Desa Kemloko, pohon tumbang menimpa rumah milik Ibu Tingah. Teras hingga ruang tamu rumah itu rusak,” ujar Ivong.
Dia melanjutkan, mengetahui bencana itu pihaknya langsung membagi petugas unit reaksi cepat (URC) untuk menangani dua lokasi bencana di Kecamatan Nglegok. Mereka melakukan pembersihan dan pemotongan batang pohon dengan dibantu oleh warga setempat.
Jalan Desa Dayu sempat tidak bisa dilewati karena pohon tumbang itu jatuh memenuhi badan jalan.
Sementara itu, pohon tumbang juga menimpa rumah milik Wagiman di Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, pukul 11.30 WIB. Sebelumnya, kondisi rumah memang tidak utuh sehingga mudah diterpa angin. Syukurnya tidak ada korban jiwa karena pemilik rumah sedang berada di luar.
“Wagiman tinggal seorang diri dan tidak memiliki saudara. Kondisinya termasuk orang dengan gangguan jiwa,” ungkapnya.
Pohon tumbang lain juga terjadi di Desa Ngaringan yang menimpa rumah Pangat, 75, pada pukul 09.00 WIB. Kejadian itu terjadi lantaran adanya angin kencang yang mengakibatkan pohon waru di samping rumahnya roboh.
Akibatnya menimpa rumah dan kandang sapi milik Pangat hingga beberapa ruangan dipenuhi dengan pecahan genting.
"Terjadi angin kencang karena memang kondisi cuaca yang ekstrem hingga mengakibatkan bencana hidrometrologi. Untuk itu, kami ingatkan kembali untuk tetap waspada.
Mohon apabila ada pohon yang berisiko membahayakan bisa segera dipangkas dan dilaporkan ke kami jika terjadi bencana," pungkasnya.(jar/c1/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila