BLITAR – Penangkaran penyu dan beberapa warung makan di Pantai Serang rusak parah. Hal ini terjadi karena banjir rob yang melanda wilayah pesisir Rabu (13/3/2024). Wisatawan diimbau untuk tidak mengunjungi Pantai Serang hingga kondisi membaik.
Warga Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar Dita Faisal mengatakan, air laut mulai pasang sejak Selasa (12/3/2024) malam pukul 23.00 WIB. Saat itu, kondisi gelombang air laut mencapai 3 meter hingga menggenangi rumah warga.
“Air laut pasang lagi pada Rabu pukul 10.00 WIB setinggi 3 meter. Dampaknya membuat warung-warung di Pantai Serang sebelah timur rusak berat. Bahkan, penangkaran penyu dekat rumah saya juga rusak total,” ujarnya.
Dia melanjutkan, terdapat empat warung dan beberapa rumah di pesisir yang mengalami rusak akibat banjir rob ini. Beberapa perabotan seperti kursi dan meja juga ikut terseret banjir. Warga sempat membuat tanggul sementara dan mengevakuasi barang-barang berharga yang ada di warung.
Selain warung, kondisi penangkaran penyu 80 persen rusak diterjang gelombang air laut. Beruntung seluruh bayi penyu (tukik) sudah dilepaskan ke lautan tahun lalu, sehingga tidak ada penyu yang hilang terbawa arus.
“Rabu pukul 14.00 WIB, kondisi air sudah surut di Pantai Serang. Warga mulai kerja bakti untuk melakukan pembersihan limbah sisa banjir. Namun, saya lihat dari perkiraan aplikasi cuaca, air laut akan pasang lagi pada Rabu pukul 20.00 WIB,” ungkapnya.
Untuk kondisi sekarang ini, Dita mengimbau masyarakat Kabupaten Blitar lebih baik untuk tidak berkunjung ke Pantai Serang.
Sebab, cuaca ekstrem ini sepertinya akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Namun, Pantai Serit dan lainnya sepertinya aman untuk berwisata. Hanya Pantai Serang yang porak-poranda.
Berdasarkan rilis BMKG, cuaca ekstrem ini akibat fenomena gelombang atmosfer Madden Jullian Oscillation (MJO) Rossby yang melewati Jatim. Bahkan berdampak tidak langsung dari sirkulasi siklonik di utara Australia.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar Ivong Betryanto mengatakan, rob terjadi karena angin kencang dan gelombang tinggi air laut.
“Kami belum bisa menugaskan personel untuk ke lokasi Pantai Serang. Sebab, banyaknya penanganan bencana akibat cuaca ekstrem yang menyebabkan pohon tumbang dan lainnya,” pungkasnya. (jar/c1/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila