Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Mengenal Masjid Minhajussalam, Merupakan Peninggalan Putra Pangeran Diponegoro yang Ada di Blitar

Didin Cahya Firmansyah • Jumat, 15 Maret 2024 | 18:20 WIB

 

BERSEJARAH: Masjid Minhajussalam di Kelurahan Kauman, Kecamatan Srengat, diperkirakan sudah berusia ratusan tahun.
BERSEJARAH: Masjid Minhajussalam di Kelurahan Kauman, Kecamatan Srengat, diperkirakan sudah berusia ratusan tahun.
 

BLITAR - Masjid Minhajussalam di Kelurahan Kauman, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar merupakan salah satu masjid bersejarah yang didirikan sekitar tahun 1840 M. Diduga, masjid tersebut dibangun oleh salah satu putra Pangeran Diponegoro yang bernama Raden Sulaiman.

Masjid itu dulunya memiliki dua menara. Salah satu menara difungsikan sebagai tempat azan, sedangkan yang lain digunakan untuk mengintai musuh.

Salah satu sesepuh lingkungan setempat, Haeri Mustofa, menceritakan bahwa Raden Sulaiman dulu melarikan diri bersama ibunya. “Kemudian pada usia 20 tahun mendirikan Masjid Minhajussalam ini,” jelasnya.

Masjid ini sudah mengalami beberapa pemugaran. Pohon kepel dan sawo kecik yang identik dengan Prajurit Diponegoro dipotong untuk perluasan serambi masjid.

“Renovasi sudah dilakukan beberapa kali. Pertama tahun 1985, lalu diperluas lagi tahun 1993, kemudian pembangunan lantai 2 tahun 1998,” tandasnya.

Meskipun sudah melalui beberapa kali pemugaran, masjid ini masih meninggalkan ornamen klasik. “Kayu empat tiang masjid masih asli dari Jawa Tengah. Dulu ada gentong di bawah soko sebagai penyangga,” jelasnya.

Selain digunakan untuk ibadah salat, masjid tersebut hingga kini aktif digunakan untuk syiar islam. Aktivitas TPQ dilakukan setiap sore. Ada pula pengajian rutin dan semaan Alquran. (mg3/c1/din)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Kabupaten Blitar #masjid bersejarah #pangeran diponegoro