BLITAR - Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Blitar bakal berencana merenovasi gelanggang olahraga (GOR) Minarni. Pemerintah telah menyiapkan anggaran senilai Rp 175 juta.
Kepala Dispora Kota Blitar, M. Aminurcholis menyebut, GOR Minarni merupakan bangunan lama.
Meski begitu, masih dimanfaatkan oleh masyatakat untuk berolahraga. Beberapa fasilitas sudah rusak sehingga butuh perbaikan dan renovasi.
GOR yang berlokasi di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, ini dipakai untuk olahraga badminton.
“Memang GOR Minarni itu bangunan lama. Jadi, kami usulkan untuk perbaikan tahun ini,” katanya kepada Jawa Pos Radar Blitar, Kamis (14/3).
Adapun beberapa bagian yang perlu direnovasi seperti tembok, mengganti pintu dan jendela, pemasangan keramik pada pilar, hingga beberapa perubahan penempatan lampu.
Menurutnya, selama ini lampu penerangan masih dipasang pada tiang khusus. Nantinya, lampu itu akan dipasang pada tembok sehingga lebih aman.
“Setelah dilakukan evaluasi, kalau lampunya dipasang pada tiang, dikhawatirkan mengganggu proses latihan. Selain itu, lebih aman kalau langsung menempel di tembok,” jelasnya.
Menurut dia, dinas selalu menyiapkan alokasi untuk pemeliharaan gedung maupun fasilitas olahraga setiap tahun.
Hal itu untuk menunjang proses latihan atlet maupun masyarakat yang memanfaatkan fasilitas olahraga yang ada.
Selain itu, perbaikan tersebut juga sebagai tindak lanjut dari beberapa keluhan masyarakat.
Misalnya, ada beberapa tembok yang mengelupas. Dia memastikan perbaikan akan segera dilakukan secara bertahap.
Mengingat, ada beberapa fasilitas olahraga lain yang juga akan disempurnakan. Salah satunya, pembangunan area parkir di Sirkuit Sentul.
Seperti diketahui, dispora juga mengalokasikan sekitar Rp 180 juta untuk membuat tempat parkir pengunjung.
Sebelumnya, pengunjung hanya memarkir kendaraan di depan gedung utama. Rencananya, lokasi parkir akan dipindah ke belakang gedung dengan memanfaatkan lahan kosong yang masih tersisa.
“Jadi nanti parkirnya bisa lebih rapi. Sehingga lebih indah jika dipandang dan tidak asal-asalan,” pungkasnya. (ink/c1/sub)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila